Pagi

Kamu ingat? Kita pernah bertemu sepagi ini? Di kota yang tidak pernah kita tahu sebelumnya, di Kota dimana kita tidak tahu arah. Kita hanya berjalan mengikuti jalan, sambil menanam sebuah cerita, “Untuk kita.” kata mu.

Hari ini, dimana kota tidak lagi asing, arah sudah ku kenal, dan cerita yang kamu tanam, sudah menjadi pohon kenangan, dengan rindu menjadi buahnya. Kadang aku hanya ingin duduk sendirian di bawah sini, di pohon ini, memang tidak ada kamu di sini, mungkin memang tidak akan pernah ada lagi, tapi aku tidak ingin peduli.

Kita tahu, kita akan seperti ini, berjalan di jalur yang berbeda, ntah apapun alasannya, kita akan saling menjauh, saling menghilang, bahkan saling melupakan.

Sampai kapan pohon kenangan ini akan berbuah, Aku tidak tahu. Akan ku biarkan saja sampai pohon ini mati, yang mungkin akan terjadi pada suatu senja yang merah merona. Suatu senja yang selalu kita yakini bahwa kita adalah abadi. Pada saat itu, kata cinta… hanyalah kata cinta.. tanpa makna, tanpa cerira.. dah yah,, kata cinta.. hanyalah lima huruf, tanpa makna.

 

 

 

 

 

 

 

 

Lucu rasanya masih nulis-nulis kayak gini

 

 

 

 

Advertisements

Komenin Atuh

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s