Variable

Selasa, 23 bulan 2… Hampir tengah malam.. Tanpa laptop kesayangan..
Namanya juga barang, kadang rusak, kadang gak bisa dipakai, kadang pengen diganti…
Dear blog….
Malam ini garing banget, karena si laptop sedang diperbaiki sama tukang serpis.. Sebagai anak yang lebih sering nyo’o laptop aku merasa kesepian, jadi weh sebagai gantinya aku mainin hape.
Iseng main ke blog orang, baca tulisannya jadi tersadar.. Cinta yang kutunggu tak kunjung datang kalau hidup mah beda-beda.. Ada yang masalahnya mirip, tapi jalan ceritanya beda..
Ibarat aplikasi, hidup tuh kumpulan class dan method, di dalamnya banyak variable kadang ada konstanta juga.
Sebagian orang mendefinisilan konstanta terlalu banyak, jadi hidupnya kaku. Tapi ada juga yang mendefinisikan begitu banyak variable, jadi hidupnya labil dan gampang berubah.. Tapi ada juga sih yang ganteng.. Kayak saya gitulah…
Hidup itu harus ada konstanta.. Semacam prinsip gitu.. Biar kita punya pegangan, hidup teh harus Kayak gimana.. Tapi juga harus punya variable.. Agar kita bisa menyesuaikan diri, karena hidup kadang tidak seperti yang kita inginkan.. Ingat, kata bu guru biologi juga salah satu tanda makhluk hidup adalah menyesuaikan terhadap lingkungan, kalau kamu tidak bisa menyesuaikan diri.. Mungkin kamu bukan makhluk hidup.. Mungkin kamu batu..
Ya udah ah, ini mah cuma guyon yang serius aja..

Advertisements

Semua Akan Berubah, Dan Kita Akan Terus Berjalan

Pagi.. Iya tulisan ini dibuat pagi-pagi sebelum saya berkutat dengan “soal-soal” logika yang harus dipecahkan.

Sebetulnya sudah mau nulis dari awal bulan kemarin, biar ngehits gitu “tulisan pertama 2016” terdengar keren. Sebetulnya bulan Januari saya dapat kesempatan untuk ngetrip ke Makassar, niatnya mau nulis, tapi rasanya susah sekali, mungkin karena perjalanan yang tidak terlalu “impresif“. Apalah ituh.

Pagi ini tiba-tiba seorang teman menyapa, hanya untuk menanyakan kabar. Sesuatu yang jarang terjadi. Tidak lama memang kita berbincang, tidak seperti dulu, kita bisa berbincang untuk waktu yang lama. Ada sesuatu yang saya sadari ketika dia bilang, “gak nyangka yah, kita nikah dalam waktu yang gak beda jauh”. Iyah.. Waktu kita nikah gak beda jauh Dia duluan sih, Tapi emang gak jauh lah beda berapa bulan gitu. Seketika itu saya sadar, semua ini sudah berubah, keadaan sekitar kita akan berubah, bahkan sebetulnya kita sendiri pun berubah, hanya saja kadang kita tidak menyadari itu. Saya ingat, mbak Ais (Iya Mbak Ais yang itu, yang blogger kondang.. Drama Queen sejati dunia akhirat) pernah bilang gini, waktu kita ketemu “Sadar gak sih, kalau sekeliling kita tuh berubah, tapi kita masih gitu-gitu ajah“. ya gak persis seperti itu sih bicaranya, tapi intinya gitu lah.. Sepertinya mbak Ais waktu itu lagi gak sadar kalau dirinya pun berubah,, minimal Dia waktu itu mobilnya udah ganti,, dari Si Miko.. ke siii… ntahlah kayaknya gak dikasih nama tu mobil.. itu kan namanya perubahan yah?

Kadang lucu aja gitu, ketika kita ada di satu titik, kita liat sekeliling kita dan mengingat apa yang sudah terjadi beberapa waktu kebelakang, dan sadar kita ternyata sudah banyak berubah, ntah itu menjadi lebih baik, atau malah menjadi lebih buruk… Eh tapi seorang filusuf kehidupan yang tinggal di Yunani, tapi lahir di Pengkolan Sate, kecamatan legok kasur, Kabupaten Bandung, pernah berkata Life is good, even it’s bad, it will be good in the end. Iya katanya hidup mah bakalan bagus, bahkan ketika jelek, ini akan bagus pada akhirnya.

Jadi hal yang bagus apa yang sudah terjadi dalam hidup kamu?