Day 17: Way To Win My Heart

Sejujurnya saya jarang sekali didekati lawan jenis, atau seseorang yang menginginkan saya untuk selalu hadir untuk dia, karena biasanya saya yang mengejar hati untuk saya jadikan seseorang yang selalu bisa menemani. Jadi saya tidak punya imajinasi tentang cara memenangkan hati saya. Rasanya tema ini terlalu abstrak buat saya.

Day 15: If You Could Run Away, Where You Would Go?

Pinggiran kutub utara, mungkin tempat itu yang akan saya pilih untuk melarikan diri. Saya yakin di sana cukup sepi, dingin, dan mudah-mudahan cukup persediaan makanan. Saya mau ke sana, mengasingkan diri, makan makanan apa aja yang bisa ditemukan di sana, melihat es abadi menghilang karena pemanasan global, menjadi tua, lalu abadi karena tubuh membeku..

Yah.. saya mau ke sana saja.. ke pinggiran kutub utara..

Day 14: Describe Your Style

Saya bukan orang yang stylist, tidak banyak variasi dalam cara saya berpakaian sehari-hari, hanya kaos, jeans, dan sendal gunung. Hari kerja dan hari libur sama saja, karena perusahaan tempat saya bekerja membebaskan untuk bekerja memakai apapun, selama masih sopan. Gaya kaos-jeans-sendal gunung ini sudah saya pakai sejak lama, mungkin lebih dari 5 tahun saya begini.. Yah.. mungkin lebih dari 5 tahun gaya berpakaian saya tidak berubah. Apakah saya bosan? Tidak juga, saya menikmati cara berpakaian ini, nyaman dan flexible..

Atau… mungkin sekali-kali pake gaya lain, tapi seperti apa ya? Ada saran?

Day 13: Favorite Books

Saya senang baca buku, dari dulu, buku kadang menjadi teman. Walaupun seperti itu, sering kali saya lupa isi dari buku yang saya baca.

“Who moves my cheese?” Mungkin bukan buku favorit saya, tapi buku itu cukup berpengaruh dalam hidup. Dalam buku itu, kita diajarkan untuk terus “mengendus” hidup, agar selalu waspada terhadap perubahan di lingkungan. Hidup akan terus berubah, dan kita harus siap perubahan itu datang. Perubahan memang menakutkan, tapi mempersiapkan diri untuk terus berubah adalah suatu keharusan. Begitu katanya.

Day 12: Favorite Tv Serial

Siapa yang masih nonton tv di jaman ini? Masih ada emang yang mau nonton acara gak jelas penuh sensor gtu?

Saya udah gak pernah lagi nonton tv, sekarang geser ke layanan streaming berbayar. Acaranya lebih berkualitas walaupun harus membayar, yah.. itung-itung hiburan lah yah..

Sebagian serial di yang ada di layanan itu memang ada yang berasal dari serial tv, seperti serial Friends yang legendaris itu.

Saya mengikuti serial itu dari awal sampai akhir, 10 musim, lebih banyak dari Tersanjung dan Para Pencari Tuhan. Serial yang termasuk genre komedi situasi, bercerita tentang 6 orang yang bersahabat, dengan segala permasalahnya. Ringan dan menarik.

Serial televisi lokal yang tidak kalah legendaris, tentu saja serial Si Doel Anak Sekolahan. Anak-anak yang sekarang berajak dewasa pasti suka serial ini, cerita tentang anak betawi pinggiran, yang bisa sekolah tinggi, agar bisa dapat kerja di perusahaan besar, dibumbui dengan konflik keluarga dan cinta yang membuat cowok fakboy jaman sekarang gada apa-apanya.

Pada jamannya, serial televisi memang jadi hiburan utama, tapi sekarang, mungkin hiburan yang paling akhir ditonton kalau dunia ini hampir kiamat, dan saluran internet di seluruh dunia tidak berfungsi, bahkan mungkin sudah tidak layak lagi untuk disebut hiburan… Cenderung menjadi sampah..

Day 11: Talk About Your Sibling

Saya punya saudara kandung satu biji.. cuma satu biji.. cewek.. Umurnya cuma beda 2 tahun, dia lebih muda, jadi bisa dibilang kami tumbuh bersama. Walaupun bersaudara kami punya sifat yang berbeda, saya pendiam, dia lebih aneh.

Waktu kecil kami sering banget berantem, tapi ketika beranjak dewasa, kami mulai bisa mengobrol dengan akur, dan kalau denger cerita-ceritanya, saya bisa ketawa-tawa.. lucu dan aneh kadang. Saking anehnya, saya ngerasa otaknya dia tuh terbuat dari neuron dan gelasan layangan.

Sekarang dia seorang ibu, 2 tahun lalu dia menelurkan seorang anak. Anak yang aktif sekali, persis ibunya.. rame..

Saya tidak menyangka dia bisa menjadi ibu yang luar biasa. Dia mampu mengurus anaknya secara mandiri. Mau dengan sabar mencari tahu apa yang diinginkan oleh anak bayinya. Saya tahu kadang dia merasa lelah, tapi dia bisa mengatasi itu dengan baik.. dia keren sih untuk semua itu..

Day 9: Write About Happiness

Apa yang biasanya orang pikirkan jika mendengar kata “kebahagiaan”? Uang yang banyak? Keluarga yang selalu mendukung? Teman yang setia? Atau hidup tenang tanpa beban apapun?

Tahu gak sih, mengejar kebahagiaan adalah sumber dari ketidakbahagiaan? Jika sudah seperti itu, kenapa kita masih mengejarnya?

Hidup rasanya menyebalkan ketika kita banyak mau, karena kita selalu membayangkan apa yang kita tidak punya, sampai lupa, dengan hal apa yang kita miliki.

Mungkin sekali-sekali kita butuh berhenti mengejar sesuatu yang kita pikir akan membuat kita bahagia, lalu fokus ke apa yang kita sudah punya, mungkin sebenernya kita udah punya semua yang kita butuhkan untuk bahagia.

Kalau ternyata apa yang kita punya tidak juga membuat kita bahagia, mungkin bisa dicoba dengan, membuat yang lain bahagia… Karena katanya, membuat orang lain bahagia itu membahagiakan, iya kan?

Day 8: The Power Of Music

Musik.. Saya bukan orang yang menguasai alat musik, tapi hampir setiap hari mendengarkan musik. Musik bagi saya adalah suatu tempat untuk meletakan ingatan, ntah itu tentang seseorang, atau sesuatu.. Ya tentu saja sesuatu yang berhubungan dengan perasaan, karena saya tidak mungkin berusaha meletakan ingatan tentang pelajaran aljabar di musik tertentu..

JIka berbicara tentang kekuatan, musik bisa jadi alat perjuangan, atau perlawanan, banyak musisi yang melakukan sebuah perlawanan terhadap keadaan, saya ingat musisi Iwan Fals, atau musisi jaman sekarang seperti Efek Rumah Kaca, atau .Feast menggunakan musik sebagai ungkapan keresahannya.

Musik mungkin tidak akan mengubah keadaan secara langsung, tapi lewat musik, orang-orang bisa diajak untuk bersatu, lalu bergerak menuju perubahan.