Drama

Mennnn.. Hidup tuh harusnya simple ya? Bangun, sarapan, kerja, capek, tidur, bangun lagi.. Atau.. Sesimple lahir.. jadi bayi lucu, lalu jadi anak kecil yang bahagia, terus jadi remaja idola, kemudian jadi dewasa panutan.. Tua.. Lalu mati masuk surga..

Tapi kenyataannya gak gitu sih.. Pasti ada aja yang terjadi, hal-hal yang tidak terduga. Kadang ada hal yang membuat kita berpikir “Ni kayak ada yang salah nih?”, lalu mencoba menganalis hidup, seakan-akan hidup adalah sebab-akibat yang bisa diprediksi, padahal tidak pernah ada yang pasti dalam hidup ini, kecuali kematian dan ketidakpastian itu sendiri.. 

Halaahhh… Ini apa coba.. Udah lama gak nulis, sekalinya nulis.. Kek idupnya paling susah ajah… 
Mennnnnnnnnnn….

Catatan Pinggir

Sebelumnya mohon maaf lahir dan batin yah, untuk yang baca ini, dimanapun anda berada.

Akhir-akhir ini issue agama lagi ngehits banget di kalangan netizen, ntah kenapa orang suka sekali berdebat soal itu. Tapi sudahlah, saya tidak berminat untuk membahas soal agama, toh saya bukan orang yang religius, lebih masuk golongan ibadah jalan, ngelakuin dosa tetep. Kadang Saya heran, agama kok dibuat menjadi multitafsir? Kenapa tidak dibuat lebih “sederhana”, sepeti ideologi-ideologi yang dibuat orang manusia lain, seperti Demokrasi, Komunisme, atau mungkin Pancasila yang lagi ngehits di-saya-saya-in. Siapa di antara kita yang memperdebatkan bagaimana Demokrasi dijalankan? Rasanya tidak ada yang permasalahkan, Indonesia memilih presiden 5 tahun sekali, padahal di negeri asalnya, Amerika, pemilihan presiden hanya 4 tahun sekali, dan tidak ada yang menyebut kita “Kafir Demokrasi”? Atau adakah diantara kita yang berdebat, kenapa Pancasila, mengisyaratkan kita untuk membentuk badan permusyaratan yang apabila memutuskan suatu perkara harus dengan cara bermusyarah, Padahal dalam kenyataannya mereka tidak pernah bermusyawarah? Tapi mungkin itu yang membedakan mana buatan manusia, mana buatan dzat yang maha. Dan bukan tidak mungkin agama dibuat rumit dan multitafsir agar semua manusia berpikir bahwa, Dzat yang maha itu, memang nyata… hemmmmmm

Ah sudahlah, ini cuma catatan pinggir.. Corat-coret gak penting..