Pagi

Kamu ingat? Kita pernah bertemu sepagi ini? Di kota yang tidak pernah kita tahu sebelumnya, di Kota dimana kita tidak tahu arah. Kita hanya berjalan mengikuti jalan, sambil menanam sebuah cerita, “Untuk kita.” kata mu.

Hari ini, dimana kota tidak lagi asing, arah sudah ku kenal, dan cerita yang kamu tanam, sudah menjadi pohon kenangan, dengan rindu menjadi buahnya. Kadang aku hanya ingin duduk sendirian di bawah sini, di pohon ini, memang tidak ada kamu di sini, mungkin memang tidak akan pernah ada lagi, tapi aku tidak ingin peduli.

Kita tahu, kita akan seperti ini, berjalan di jalur yang berbeda, ntah apapun alasannya, kita akan saling menjauh, saling menghilang, bahkan saling melupakan.

Sampai kapan pohon kenangan ini akan berbuah, Aku tidak tahu. Akan ku biarkan saja sampai pohon ini mati, yang mungkin akan terjadi pada suatu senja yang merah merona. Suatu senja yang selalu kita yakini bahwa kita adalah abadi. Pada saat itu, kata cinta… hanyalah kata cinta.. tanpa makna, tanpa cerira.. dah yah,, kata cinta.. hanyalah lima huruf, tanpa makna.

 

 

 

 

 

 

 

 

Lucu rasanya masih nulis-nulis kayak gini

 

 

 

 

#30DaysMusicChallenge #Day29

Day 29 : A song that you remember from your childhood

Senang, riang, hari yang kunantikan, kusambut hari yang cerah..

Sherina ~ Kembali Ke Sekolah kalau denger lagu ini, saya selalu inget ketika diantar ke sekolah, karena lagu ini yang biasa diputar di mobil, lagu jaman SD sih.

SD saya dulu ada di belakang pasar, di depannya sekolah itu ada tempat pembuangan sampah, kalau pagi-pagi aroma “harum” dari tumpukan sampah biasanya sampai ke kelas yang berada di ujung bangunan, dekat dengan tempat sampah itu. Sekolahnya memang tidak terlalu kumuh, walaupun beberapa bangunan kelas, kondisinya tidak bagus, halamannya masih berubah tanah, penuh dengan gambar-gambar untuk permainan sondah, kalian tahun sondah? Itu lho permainan yang mengharuskan kita lempar benda, ke kotak, lalu kita harus melompat-lompat dengan satu kaki. Biasanya yang main anak perempuan, tapi kadang anak laki-laki juga ikutan main.

Terakhir kali saya datang ke SD itu, sekitar 7 tahun lalu, setelah 9 tahun lulus dari SD, waktu itu keadaannya memang berubah, halaman tanah berganti dengan paving blok, tidak ada lagi gambar untuk permainan sondah, dan tempat yang biasa dipakai untuk lompat jauh, sudah hilang.

Keadaan bangunan SD itu memang berubah, tapi cerita-cerita waktu SD tetap ada, dan akan selalu ada.. masih hangat seperti pertama kali masuk, duduk di bangku dengan orang yang sama sekali tidak dikenal.. dan satu pertanyaan untuk pertama kalinya… Eh Eta namina saha?

 

 

Di Antara Perjalanan

Jam 11 malam, kereta yang saya tumpangi baru saja lewat stasiun Banjar, stasiun terakhir di Jawa Barat kalau tidak salah. Saya menulis ini di antara perjalanan Bandung – Jogja, dua kota dengan yang mempunyai keindahan masing-masing. beberapa tahun lalu, rasanya lebih sering melalukan perjalanan seperti ini, tapi tidak sendirian, biasanya bersama teman-teman… hemmm teman-teman. 

Jujur saya ngerasa kangen dengan suasana riuh perjalanan bareng teman, rasa kangen yang aneh, rasa kangen yang jarang saya rasakan. sepanjang jalan tadi sempet kepikiran, pakabar ya mereka? Akhir-akhir ini saya sibuk dengan hidup saya sendiri.

Ngetrip, itu istilah yang dipakai oleh kami, ya kami, saya dan teman-teman saya, kalau lagi jalan, main ke kota orang, datangi tempat-tempat yang ngehitzz pada jamannya, perhitungkan pengeluaran, karena ini perjalanan berbiaya rendah, dan oleh-oleh yang kami bawa adalah rasa capek, cerita perjalanan, dan satu atau dua foto… mungkin lebih untuk teman yang masuk kategori narsis.

Keadaan memang sudah berubah, hal yang saya kangenin sekarang, mungkin tidak akan terjadi lagi. Tapi setidaknya saya punya cerita tentang masa itu.

Semua Akan Berubah, Dan Kita Akan Terus Berjalan

Pagi.. Iya tulisan ini dibuat pagi-pagi sebelum saya berkutat dengan “soal-soal” logika yang harus dipecahkan.

Sebetulnya sudah mau nulis dari awal bulan kemarin, biar ngehits gitu “tulisan pertama 2016” terdengar keren. Sebetulnya bulan Januari saya dapat kesempatan untuk ngetrip ke Makassar, niatnya mau nulis, tapi rasanya susah sekali, mungkin karena perjalanan yang tidak terlalu “impresif“. Apalah ituh.

Pagi ini tiba-tiba seorang teman menyapa, hanya untuk menanyakan kabar. Sesuatu yang jarang terjadi. Tidak lama memang kita berbincang, tidak seperti dulu, kita bisa berbincang untuk waktu yang lama. Ada sesuatu yang saya sadari ketika dia bilang, “gak nyangka yah, kita nikah dalam waktu yang gak beda jauh”. Iyah.. Waktu kita nikah gak beda jauh Dia duluan sih, Tapi emang gak jauh lah beda berapa bulan gitu. Seketika itu saya sadar, semua ini sudah berubah, keadaan sekitar kita akan berubah, bahkan sebetulnya kita sendiri pun berubah, hanya saja kadang kita tidak menyadari itu. Saya ingat, mbak Aisย (Iya Mbak Ais yang itu, yang blogger kondang.. Drama Queen sejati dunia akhirat) pernah bilang gini, waktu kita ketemu “Sadar gak sih, kalau sekeliling kita tuh berubah, tapi kita masih gitu-gitu ajah“. ya gak persis seperti itu sih bicaranya, tapi intinya gitu lah.. Sepertinya mbak Ais waktu itu lagi gak sadar kalau dirinya pun berubah,, minimal Dia waktu itu mobilnya udah ganti,, dari Si Miko.. ke siii… ntahlah kayaknya gak dikasih nama tu mobil.. itu kan namanya perubahan yah?

Kadang lucu aja gitu, ketika kita ada di satu titik, kita liat sekeliling kita dan mengingat apa yang sudah terjadi beberapa waktu kebelakang, dan sadar kita ternyata sudah banyak berubah, ntah itu menjadi lebih baik, atau malah menjadi lebih buruk… Eh tapi seorang filusuf kehidupan yang tinggal di Yunani, tapi lahir di Pengkolan Sate, kecamatan legok kasur, Kabupaten Bandung, pernah berkata Life is good, even it’s bad, it will be good in the end. Iya katanya hidup mah bakalan bagus, bahkan ketika jelek, ini akan bagus pada akhirnya.

Jadi hal yang bagus apa yang sudah terjadi dalam hidup kamu?

Hey, look what i found!

Cie.. Judulnya bahasa inggris, sok banget :mrgreen:
Coba perhatikan foto berikut ini.

image

Foto apa? Salah, bukan itu jawabannya, ibi foto kaos, tepatnya foto kaos olahraga, lebih tepatnya lagi, foto kaos olahraga SD.
Ceritanya disuruh bongkar lemari, biar baju-baju bekas dipisahin dari yang masih dipake, nah ketemulah baju ini. Fyi aja sih, ini baju olahraga waktu saya masih SD, di kaos itu ada tulisan IPPOR, ada yang tahu kepanjangan dari IPPOR? Iya betul sekali, kepanjangan dari IPPOR adalah Induk Pengembangan Potensi Olahraga.
Jadi ceritanya di SD itu, oia sd saya ini namanya SDN 5 Pangalengan, letaknya di belakang pasar Pangalengan, malah depannya itu ada tempat sampah untuk limbah pasar, ampe sekarang keadaannya gak berubah heu. Ok kembali ke cerita inti, jadi konon katanya sd saya ni langganan juara dalam bidang olahraga, segala jenis pertandingan olahraga sd ini selalu jadi juara, makanya sama pemerintah disematkanlah gelar SD IPPOR karena prestasinya itu, keren sekali bukan? Cerita ini sebenernya bukan dari guru atau orang yang ada dalam sekolah, tapi dari seorang kenek angkutan umum, jadi gatau juga cerita ini bener atau salah, ya namanya kenek kalo salah mah wajar :mrgreen:
Sebagai alumni SD Negeri yang menyandang gelar IPPOR, sudah sewajarnya saya ini… Ya bukannya sombong yah, tapi gimana yah kalo kenyataannya saya ini pelari yang cepat, penyetak gol yang tangguh, dan pendribble bola yang lihai, keren sekali bukan?? Hhhaha…hahhhaa ppppfffffttttt… Gak deng, itu cuma khayalanku saja, pada kenyataannya saya gak pernah bisa main bola, dulu ketika temen-temen pada main bola, saya lebih suka diem dipinggir lapang sendirian ahaha untung ga dinilai main sepakbolanya, kalau dinilai udah pasti nilai olagraga saya berantakan ๐Ÿ˜€
Eh tapi gini-gini juga saya pernah eksis di acara PORSENI, tau kan PORSENI apaan? Itu lho acara perlombaan olahraga itu, ini serius saya pernah ikutan lho, cabang olahraga catur.. Beuuhhh olahraga otak, cabang olahraga yang paling cocok, karena saya lebih suka berpikir daripada lari kesana kemari, capek!
Karena saya baru pertama kali ikutan PORSENI ini jadi agak gugup gitu dalam bertanding jadi strategi yang saya lakukan selalu bisa dipatahkan oleh lawan, hasilnya saya kalah dalam pertama, dan langsung tereliminasi, sayang sekali. Walau begitu saya adalah lawan yang cukup tangguh, buktinya salah dikalahkan dalam 3 (TIGA) langkah, iyah waktu itu saya dikalahkan setelah 3 langkah, pertandingan yang berat memang, tapi saya yakin saya adalah lawan yang tangguh, iyah kan? Hahahahahahhaa *nangis di pojokan*
Menyedihkaaaaaannn sebagai alumni saya merasa sangat gagal, tapi itu semua masa lalu, yang pentingkan masa kini dan masa depan ๐Ÿ™‚
Ya udahlah ga baik membuka aib sendiri.. Bye.. Aku kangen kamu #apasih

Jangan Beritahu Niah

Tolong jangan beritahu niah
Bahwa kini tiada lagi cinta
Yang kurasa pada sentuhannya
Pada tiap buaiannya..
Tolong jangan beritahu niah
Bahwa kini hatiku terbawa..
Pada sesesorang di sana..
Pada satu cinta di sana..

Bagaimana lagi yang harus kukatakan
Bila aku tak mampu lagi berbohong untuk mencintainya
Lalu apa lagi yang harus kukatakan
Saat dia berjanji akan mencintai aku
Untuk selama-lamanya
Untuk selama-lamanya
Untuk selama-lamanya

 

Pagi senin…. eh udah siang denk :p lirik lagu yang di atas itu judulnya jangan beritahu niah punyanya sheila on 7, lagu ini muncul pas ngerjain sesuatu, ntah tiba-tiba pengen aja nulis ini.

Lagu ini mengingatkan saya kebeberapa tahun lalu, waktu saya punya perasaan kepada seorang wanita dan menjalin hubungan selama beberapa tahun, lalu datang wanita lain dan perasaan itu pindah dengan begitu saja, heu jahat yah? iyah.. tapi hati sapa yang bisa atur, dan akhirnya memang saya pindah ke lain hati,

Seperti kata SO7 “Tolong jangan beritahu niah //ย Bahwa kini tiada lagi cinta //ย Yang kurasa pada sentuhannya //ย Pada tiap buaiannya..,” Perasaan itu memang sudah tidak ada

hati memang tidak bisa diatur :mrgreen:

 

Jogja Season kedua

ohoiii.,, mari kita lanjutkan cerita kemaren.. ehmm.. sampai mana kemaren? oia sampai saya di Prambanan ya? baiklah.. jadi ke prambanan itu ternyata gampang banget, kita tinggal naik transjogja turun di terminal prambanan tepat didepan komplek candi prambanan, tapi yang saya ga tahu adalah pintu masuk ke candi tuh lumayan jauuuhhh, dengan ransel yang cukup besar dan beban yang ga ringan saya berjalan dari terminal sampai ke dalam candi, jangan ditanya gimana rasanya.. capeeeeekkkk…. apalagi cuaca jogja yang tiba-tiba jadi cerah gitu, padahal pagi waktu saya datang lagi hujan, ohhh… kadang cuaca memang tidak bersahabat ๐Ÿ˜ฅ

Masuk ke dalam area candi ternyata pke tiket.. ya iyalah.. namanya juga objek wisata, harga tiketnya lumanyan ternyata.. 30 ribu rupiah untuk orang dewasa, tapi klo anda bule tiketnya beda lagi ๐Ÿ˜€

lalu apa yang saya lakuin disana.. ya sebenernya saya sih cm liat-liat aja.. ga banyak foto-foto juga, saya kan ga narsis ya.. oia dsana tuh banyak bule bersendal jepit swalom, jujur saya aneh liatnya.. saya yakin tu bule-bule banyak duitnya, tapi kenapa pas dy jalan-jalan yang dipilih sendal jepit swallom? apa ga bikin lecet ya? ckckckc kyknya sih selogan mereka.. kemanapun jalan-jalannya.. alas kakinya.. SENDAL JEPIT SWALLOM *angkat kaki tinggi-tinggi*

setelah puas liat-liat tu candi.. oia saya kagum dengan pembuatnya tu candi dibikin dari batu yang bentuk dan ukurannya berbeda-beda, semacam nyusun puzzle gitulah.. jadinya tu batu pada ngunci satu sama lain, sehingga kuat terhadap goncangan… jenius… kok bisa???

sama seperti waktu berangkat sayapun memutuskan untuk berjalan kaki dari pintu keluar ke terminal dengan berjalan kaki walaupun hari sudah siang, matahari sudah berada di titik nadir, saya mah tetep jalan kaki.. dan rasanya… ehhhmm.. nano-nano.. udah mah panas, jalan jauh, beban tas berat…hadeeeuhh…. coba ada doraemon, mungkin saya udah minta baling-baling bambu…..

setelah dari candi prambanan saya memutuskan untuk ke hotel, disini terjadi lagi kesalahan, harusnya saya turun di halte deket kraton, tapi saya berhenti di halte malioboro, karena saya pikir jarak dari malioboro ke hotel ga terlalu jauh, tapi ternyata.. waktu saya tanya tukang beca, ternyata tempatnya tuh.. jauuuhh.. dan ongkos beca pun jadi mahal ๐Ÿ˜

dengan susah payah, mengesot dijalanan jogjakarta yang,.. beneran indah, akhirnya saya bisa bersantai dulu dikamar hotel.. gila tu kota panas banget ternyata,, untung ga pingsan kepanasan saya… ๐Ÿ™‚

 

baiklah.. segini dulu ah ceritanya.. capek ngetik ๐Ÿ˜€