4 Maret 2018

Selamat ulang tahun.. ntah doa apa yang pantas untuk dipanjatkan, rasanya.. apapun yang disemogakan terwujud…

Advertisements

Pergerakan Jaman Now

Hampir satu tahun saya di Jogja, dan rasanya masih sama, Jogja yang akan selalu istimewa dengan semua ingatan dan bualan paling sialan yang pernah terjadi di sini. Bekerja di perusahaan yang masih berkembang, rasanya seperti menghadapi ABG yang mau menjadi dewasa, banyak hal yang bisa dibilang “drama”. Ada hal dalam diri saya yang drama, tapi saya tidak pernah berdrama untuk masalah pekerjaan, saya termasuk tipe orang yang bekerja ya bekerja saja, lakukan tugas, selesaikan pekerjaan, lalu terima gaji. Tapi di sini saya menemukan hal hal yang kadang membuat saya heran, semacam “Apaan sih?” moment. Yah hidup di start up memang akan seperti itu, maksudnya terkadang kita menerima pekerjaan yang masih belum matang secara bisnis, tapi memang di situ lah tantangannya, bagaimana untuk berusaha tetap berkomunikasi agar pekerjaan menjadi jelas, sebelum dilaksanakan. Komunikasi dan daya kritis menjadi hal yang penting di sini.

Beberapa hari yang lalu saya menemukan link buku novel gratis. Sesaat saya diingatkan bahwa saya ada di kota pergerakan politik Indonesia, mulai dari angkatan 65, sampai angkatan 98. 2 angkatan yang menjadi tonggak perubahan politik di Indonesia, dan semua diinisiasi, oleh mahasiswa. Novel ini menceritakan apa yang telah terjadi pada bangsa ini, beserta bias-bias dari berbagai peristiwa yang mewarnai gejolak politik di Indonesia.

Pergerakan mahasiwa seperti itu, sudah tidak terasa saat ini, kalau pun ada, paling hanya sekelompok orang yang jalan dan berteriak tanpa tahu esensi dari kegiatan tersebut. Saya pernah aktif di kegiatan kemahasiswaan, dan rasanya memang jauh dari aktifitas politik, ntah tidak peduli atau tidak tahu.

Sebagian dari angkatan jaman now, mungkin menganggap politik adalah urusan paling kotor yang ada di muka bumi ini, mainan para orang tua yang ingin berebut kekuasaan dengan cara-cara yang kadang tidak kami mengerti, terkadang licik, benar dan salah, tipuan dan fakta hampir tidak ada bedanya. Ada diantara kami yang ikut bermain di area itu, tapi sebagian dari kami, rasanya lebih memilih jalan kreatif untuk sebuah pergerakan. Pergerakan yang lebih bermanfaat untuk orang banyak, karena konsep saling berbagi yang ada di dalamnya, walaupun kadang harus berbenturan dengan bisnis yang sudah lama berkembang.

Dengan konsep¬†economy sharing¬†bermunculan lah sebuah badan usaha rintisan, yang biasa di sebut Start Up. Sebuah pergerakan yang mengusung tema demi kehidupan yang lebih baik, perusahaan-perusahaan seperti ini, beberapa perusahaan seperti ini, menjadi sangat besar manfaatnya untuk masyarakat, bahkan sampai merubah cara hidup orang banyak. Pergerakan jaman now tidak lagi banyak diwarnai demo dan turun ke jalan, tapi lebih ke “menghabiskan uang” untuk memberi manfaat.

 

Marahin CS!

Sungguh judul yang tidak mengikuti kaidah kebahasaan.. Tapi sudahlah.

Jadi begini, beberapa hari sebelumnya, saya memesan barang lewat salah satu toko online yang bernama jededotaidi. Salah satu hal yang membuat tertarik untuk berbelanja di sana adalah harga promo yang lumyan gila, plus gratis ongkos kirim. Singkat cerita setelah selesai berbelanja dan mengkonfirmasi pembayaran, dan menunggu beberapa hari, ternyata pemesanan saya dibatalkan.. Iya, pesanan saya yang sudah dibayar itu, DIBATALKAN! Kan gila yah.. Maunya apa coba jededotaidi ini?

Sebagai pelanggan yang kecewa, tindakan paling logis adalah mengadu ke bagian layanan pelanggan, yang lebih dikenal dengan istilah customer service atau CS. Dengan “nada” memarahi, gak nada juga sih, saya kan chat online. Ya sudahlah, lanjut.. Setelah marah-marah, solusi yang ditawarkan, adalah mengembalian uang kembali, ya iyalah yah.. Pesanannya sudah dibatalkan, solusinya ya.. Uang kembali..

Belakangan saya cari tahu kenapa pesanan saya dibatalkan begitu saja, kemungkinannya promo diskonnya sudah selesai, tapi di sistem mereka diskon itu masih tertera, mungkin admin sistemnya agak lambat update sistem, atau bagian bisnis yang lupa memberitahu kalau promonya sudah berakhir, kalau sudah begini, bagian CS tidak tahu menahu soal itu, tiba-tiba disuruh membatalkan pesanan, dan tiba-tiba dimarahi, kasian yah? Iyah.

Sebagai orang yang bekerja di salah satu start up e-commerce (kesannya gak keren gitu, kalau pake istilah “toko online” hahhaa.. Fak lah), saya tahu pasti bagaimana para CS ini bekerja, kadang kesalahannya memang bukan dari mereka, seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, bisa jadi di bagian bisnis, produk, atau malah bagian developer. Tapi semua kesalahan itu – yang biasanya bikin kita marah- dilampiaskan ke satu bagian, yaitu bagian layanan pelanggan, alias customer service, alias CS. Hal ini terjadi di hampir semua perusahaan, dan yang lebih memprihatinkan lagi kalau CS itu merupakan tenaga kerja luar perusahaan.

Kadang, kita sebagai pelanggan tidak pernah mau peduli, atau sedikitnya menahan sedikit emosi ketika berbicara dengan CS, yang sebetulnya bukan salah mereka juga. Mereka cuma orang yang kebetulan ada di posisi paling depan, untuk menerima semua emosi kita. Mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang diberi kebahagiaan dalam hidupnya, setelah menjadi pelampiasan emosi…. Ada amin?

Drama

Mennnn.. Hidup tuh harusnya simple ya? Bangun, sarapan, kerja, capek, tidur, bangun lagi.. Atau.. Sesimple lahir.. jadi bayi lucu, lalu jadi anak kecil yang bahagia, terus jadi remaja idola, kemudian jadi dewasa panutan.. Tua.. Lalu mati masuk surga..

Tapi kenyataannya gak gitu sih.. Pasti ada aja yang terjadi, hal-hal yang tidak terduga. Kadang ada hal yang membuat kita berpikir “Ni kayak ada yang salah nih?”, lalu mencoba menganalis hidup, seakan-akan hidup adalah sebab-akibat yang bisa diprediksi, padahal tidak pernah ada yang pasti dalam hidup ini, kecuali kematian dan ketidakpastian itu sendiri.. 

Halaahhh… Ini apa coba.. Udah lama gak nulis, sekalinya nulis.. Kek idupnya paling susah ajah… 
Mennnnnnnnnnn….

Catatan Pinggir

Sebelumnya mohon maaf lahir dan batin yah, untuk yang baca ini, dimanapun anda berada.

Akhir-akhir ini issue agama lagi ngehits banget di kalangan netizen, ntah kenapa orang suka sekali berdebat soal itu. Tapi sudahlah, saya tidak berminat untuk membahas soal agama, toh saya bukan orang yang religius, lebih masuk golongan ibadah jalan, ngelakuin dosa tetep. Kadang Saya heran, agama kok dibuat menjadi multitafsir? Kenapa tidak dibuat lebih “sederhana”, sepeti ideologi-ideologi yang dibuat orang manusia lain, seperti Demokrasi, Komunisme, atau mungkin Pancasila yang lagi ngehits di-saya-saya-in. Siapa di antara kita yang memperdebatkan bagaimana Demokrasi dijalankan? Rasanya tidak ada yang permasalahkan, Indonesia memilih presiden 5 tahun sekali, padahal di negeri asalnya, Amerika, pemilihan presiden hanya 4 tahun sekali, dan tidak ada yang menyebut kita “Kafir Demokrasi”? Atau adakah diantara kita yang berdebat, kenapa Pancasila, mengisyaratkan kita untuk membentuk badan permusyaratan yang apabila memutuskan suatu perkara harus dengan cara bermusyarah, Padahal dalam kenyataannya mereka tidak pernah bermusyawarah? Tapi mungkin itu yang membedakan mana buatan manusia, mana buatan dzat yang maha. Dan bukan tidak mungkin agama dibuat rumit dan multitafsir agar semua manusia berpikir bahwa, Dzat yang maha itu, memang nyata… hemmmmmm

Ah sudahlah, ini cuma catatan pinggir.. Corat-coret gak penting..