Day 30: What Do You Feel When You Write

Menulis untuk saya terkadang menjadi katarsis dari apa yang sedang saya rasakan. Ketika tidak ada orang yang dapat saya ajak bicara, saya menulis, itu membantu perasaan saya menjadi lebih baik.

Walau saya tidak pernah menulis dengan cara yang baik di sini, atau dimanapun, saya punya kesenangan sendiri ketika menulis. Sebetulnya saya tidak ingin terlalu peduli dengan tata bahasa, saya akan menulis semau saya, karena tulisan-tulisan di sini, adalah tulisan yang terkadang sangat personal, dengan begitu tidak banyak yang membaca ini.

Selain itu, menulis juga membantu saya untuk merefleksilan diri, bahkan membantu saya untuk merenung, tentang apa yang sudah saya alami. Kadang saya baru menyadari apa yang pernah saya lakukan atau alami, setelah saya membaca ulang tulisan di sini.

Menulis itu menyenangkan, dan akan selalu menyenangkan.

Day 28: Write About Loving Someone

Mencintai seseorang seharusnya sederhana, tapi pada kenyataannya kadang tidak seperti itu.

Mencintai seseorang tuh kayak kita mau ngerakit PC. Kita harus tahu apa kebutuhan dan keinginan kita, lalu mencari apa yang dibutuhkan, mulai coba merakit, bongkar pasang sampai kita merasa cocok, lalu melakukan penyesuaian agar terasa pas..

Ku pikir mencintai seseorang adalah hanya tentang memberi dan menerima, bukan hanya itu, mencintai seseorang adalah penyesuaian.

Setelah 10 Tahun

Saya tahu, di tanggal ini, 10 tahun yang lalu, kamu punya pertanyaan. Pertanyaan aslinya, bagaimana ya keadaan 4 tahun lagi? Tapi pertanyaan itu baru bisa saya jawab sekarang, 10 tahun kemudian. Di tahun keempat yang harusnya saya bisa menjawab semua pertanyaan, tapi keadaannya terasa masih kacau, dan sekarang keadaannya sudah lebih baik, jauh lebih baik.

Apa yang terjadi setelah itu? Yang terjadi adalah, ternyata kalian bisa bersama.. selamat… Tapi tidak lama, dia harus memilih jalan yang lain, dan kamu… Kacau.. yah tidak mudah menerima keadaan itu, kamu berusaha untuk tetap hidup, tapi tenang, dia masih bertahan denganmu, tidak melepaskan kamu begitu saja, walaupun sebenernya itu hanya akan membuatmu lebih terluka, tapi waktu itu rasanya kalau ada dia semua akan baik-baik saja, gapapa.. kamu tetap bisa melanjutkan hidup..

Lalu kamu akhirnya membuat sebuah keputusan yang besar, keputusan yang akan membuat kamu merasa begitu bersalah, dan berharap bisa mengulang waktu agar semua tidak terjadi, tapi waktu tidak akan pernah kembali, dia tidak akan berjalan mundur walau satu langkah, hidupmu akan terus berjalan, dan beban akan terus kamu tanggung, gapapa… Semua orang melakukan kesalahan, dan itu tidak membuat kamu menjadi jahat.. kamu hanya membuat keputusan yang salah.. sudah itu saja.

Waktu terus berlalu, dan kamu akan berada di satu titik, menemukan cara untuk melepas dia, kamu biarkan perasaan itu mengalir, mungkin juga hilang, walaupun ingatanmu masih cukup mendetail. Dan sekarang, kamu punya hidup yang lebih ringan, setelah banyak hal kamu alami, akhirnya kalian memang harus selesai.. dan sudah.. kamu menjadi diriku yang sekarang.. tak ada lagi langkah gontai.. tak ada lagi, berdiam dalam kesedihan..

Semua berubah semuanya, semua senja yang kamu liat, menjadi senja yang biasa saja.. tapi itu yang memang harus terjadi, ya kan?

Day 26: Your School

Saya sekolah tingkat dasar di SD 5 Pangalengan. Letak sekolahnya di belakang pasar, bukan letak yang ideal untuk sebuah sekolah memang, malah di depan pintu masuknya itu tempat sampah yang kadang berbau jika pagi hari. Kalau dipikir-pikir, itu sekolah jorok sebenernya haha.

Lalu saya melanjutkan di SMP 1 Kertasari, letaknya di kaki gunung, bener-bener gunung, daerah perkembunan teh Santosa, dimana kehidupan cuma sampai jam 4 sore, lalu tidak lama pindah ke SMP 1 Margahayu, lumayan letaknya rada ngota saeutik. Sekolah yang letaknya di dekat pangkalan udara TNI AU, menerapkan kedisplinan ala-ala militer, semua harus ikut aturan.. tapi di sana sih, saya belajar tentang displin..

Setelah lulus SMP, saya lanjut ke SMA 17 Bandung, letaknya gak jauh dari Pasar Caringin, Bandung. Bukan sekolah unggulan sih, tapi saya bertemu dengan teman-teman yang unggulan..yaa lumyan seru lah pokoknya..

Segitu aja lah yah, gak usah cerita kuliah dimana.. males.. malu lebih tepatnya, lagi viral haha

Day 25: Something Inspired Of The 11th Image From Your Phone

Tukang martabak.. selama bertahun-tahun saya gak pernah liat tukang martabak jualan siang-siang, selalu ada malam hari. Kebayang gak sih? Harus kerja tiap hari, hampir gak punya libur, dan kerjanya malam hari.. Pasti jadi pekerjaan yang berat. Tapi mereka mau lho lakuin itu.. tanpa banyak ngeluh, mereka jalani aja.. hari ke hari, sampai tahunan..

Mereka tuh hebat. Pekerjaan mereka tuh gak mudah, tapi masih tetep dijalani..

Hidup mungkin tentang berusaha.. ntah bagaimana usaha itu akan selalu dapat hasil.

Day 23: A Letter To Someone

Dear kamu,

Saya tahu, kadang kamu merasa menjadi penjahat terbesar di semesta ini.. terus menyalahkan diri sendiri, karena pilihan yang sudah dipilih, ternyata tidak berjalan dengan baik..

Memilih jalan yang salah, bukan berati kamu jahat, kamu milih pilihan yang salah, karena kamu manusia, dan manusia melakukan kesalahan.

Gapapa, yang penting ini semua harus dihadapi ini, tidak boleh lari, karena semua akan baik-baik saja..