introvert

Introvert bukanlah kata asing bagi saya.. semenjak mendapat hasil tes psikologis yang saya ikuti.. ehmm mungkin tidak 100%.. mungkin 99% hehehe.. sama ajah,,, heheh. Sebetulnya udah lama pengen nyari-nyari soal ini, tp baru sekarang nyari.. hehe.. soalnya kadang moodnya naik turun.. kadang mood kadang g. dimulai dari mbah gugle saya dikenalin ma om wiki ternyata yang saya dapat adalah

Introversion is “the state of or tendency toward being wholly or predominantly concerned with and interested in one’s own mental life”.[3]archetypal artist, writer, sculptor, engineer, composer, and inventor are all highly introverted. An introvert is likely to enjoy time spent alone and find less reward in time spent with large groups of people, though they tend to enjoy interactions with close friends. They prefer to concentrate on a single activity at a time and like to observe situations before they participate[4]. Introverts are easily overwhelmed by too much stimulation from social gatherings and engagement. They are more analytical before speaking[5]. Introverts tend to be more reserved and less outspoken in large groups. They often take pleasure in solitary activities such as reading, writing, drawing, and using computers. The

Introversion is not the same as shyness or the social outcast. Introverts choose solitary over social activities by preference, whereas shy people avoid social encounters out of fear[6] and whereas the social outcast faces solitude, but not by choice.

karena bahasa inggris saya pas-pasan.. jadi tanya lagi deh k mbah gugle katanya seperti ini Introvert adalah “keadaan atau kecenderungan yang seluruhnya atau sebagian besar terkait dengan dan tertarik pada kehidupan mental seseorang” [3 introvert]. Cenderung lebih pendiam dan kurang vokal dalam kelompok besar. Mereka sering menikmati kegiatan soliter seperti membaca, menulis, menggambar, dan menggunakan komputer. Tipikal seniman, penulis, pematung, insinyur, komposer, dan penemu semua sangat tertutup. Sebuah introvert cenderung untuk menikmati waktu yang dihabiskan sendirian dan menemukan hadiah kurang waktu yang dihabiskan dengan kelompok-kelompok besar orang, meskipun mereka cenderung menikmati interaksi dengan teman-teman dekat. Mereka lebih memilih untuk berkonsentrasi pada aktivitas tunggal pada satu waktu dan seperti untuk mengamati situasi sebelum mereka berpartisipasi [4]. Introvert mudah kewalahan oleh stimulasi terlalu banyak dari pertemuan sosial dan keterlibatan. Mereka lebih analitis sebelum berbicara [5].

Introver adalah tidak sama dengan rasa malu atau dikucilkan. Introvert memilih soliter terhadap kegiatan sosial dengan preferensi, sedangkan orang-orang pemalu menghindari pertemuan sosial karena takut [6] dan dikucilkan sedangkan wajah kesendirian, tapi tidak dengan pilihan.

oke ternyata terjemahannya agak kacau tapi udah mendekati ūüėÄ jadi katany seorang introvert mempunyai kecenderungan untuk menyendiri, pendiam, tidak terlalu suka berinteraksi dengan banyak orang bukan pemalu dan ngerasa dikucilkan lo.. heu, dari sumber lainnya saya mendapatkan introvert dapat didefinisikan sebagai kekurangan minat terhadap lingkungan luarnya, seperti teman, pelajaran, dan sebagainya, mungkin karena itu prestasi saya tidak terlalu bagus karena kadang ditengah jalan saya kehilangan mood.. heeeheh kalau boleh mengingat dari jaman SD rasa susah sekali untuk dapat nilai yang paling baik, rangking saya pun turun naik, kadang bagus kadang kelaut ajah, rangking tertinggi saya waktu SD adalah 4, eh tapi itu mah kyknya di si 1, si 2, dan si 3, gak mau ngalah.. heheeh :p begitu juga SMP, SMA, sampai kuliah untuk tingkat yang ini banyaknya kelaut ajah.. hehee , secara psikologis seorang introvert memang membutuhkan sendiri, itu seperti ngecas batere dan sama menyenangkannya seprti makan dan tidur, karena pada dasarnya introvert tidak terlalu suka dikeramaian, walau setelah itu biasa lagi.. jadi jangan heran klo orang yang “gtu” (baca: introvert) tiba-tiba diam, seperti murung, dan kalau ditanya kenapa, trus dijawab g kenapa-kenapa, tapi mukanya kyk ada masalah… tp itu jawaban jujur lo.. heu..

Seorang introvert berbicara apabila ada informasi yang ingin disampaikan, setelah itu ya diem lagi, makanya seorang introvert g terlalu suka basa basi, ini yang jadi masalah, kadang mereka dianggap sombong karena g suka basa basi, dan akhirnya g punya temen.. hehehe orang yang seperti ini cenderung berpikir sebelum berbicara, makanya kadang ketika tidak memikirkan apapun, seorang introvert tidak bisa berbicara, makanya kalo saya diajak ngobrol jarang bgt bisa bicara lama… soalnya harus berpikir dulu kalo berbicara.. heheh¬† malah kadang putus di tengah jalan, akhirnya g nyambung,, dan garing.. ehhe oleh karena itu apabila harus persentasi, saya bener2 memikirkan apa yang harus di bicarakan, agar tidak terputus ditengah jalan, yang jadi masalah adalah apabila ada materi baru yang harus di bicarakan.. maka hancurlah semua pikirannya… dan yang keluar adalah sisa-sisa pemikiran yang kadang g jelas apa yang di omongin.. hehehe

walaupun introvert identik dengan halusinasi, khayalan, dan sangat berorentasi pada pemikirannya sendiri, ternyata omongannya terkadang berisi dan inspring, cenderung teoritis. yeahhh… hehehe instrovert juga bisa banyak bicara, tapi kalo ketemu orang yang mempunyai pikiran sama, dan bisa mengakomodir pikirannya. jadi samakan seorang yang introvert dengan orang yang sombong, asosial, dan kalimat negatif lainnya.. mereka hanya butuh sendiri..

Advertisements

Belanda, si Tukang Bangunan

"Mendengar kata belanda pikiran saya selalu berpikir tentang penjajahan, ya karena negeri kincir angin ini menetap hampir selama 350 tahun,  dan meninggalkan jejaknya selama tinggal disini, di indonesia, terutama di Bandung sebut saja gedung Merdeka, Gedung Meseum Geologi, atau gedung sate yang memang bangunan peninggalan belanda dan masih bisa temui sampai saat ini.

Belanda memang negara kecil, luas wilayah kurang lebih 41.526 KM2, Belanda mempunyai ilmu teknik sipil dan bangunan yang sangat baik dan salah satu yang terbaik didunia, liat saja bangunan-bangunan yang dibuat pada jamannya Daendels dan masih berdiri tegak sampai saat ini, walaupun sempat terkena guncangan gempa 2 September 2009 kemaren (mudah-mudahan g kejadian lagi… serem..). ehmm bagaimana kalau kita sedikit mengulas bangunan yang dibuat pada jaman belanda dulu yang ada di kota Bandung.

Mari kita mulai dari gedung sate…

Gedung sate jaman dulu
source= http://id.wikipedia.org/wiki/Gedung_Sate
Gedung sate jaman sekarang
Source = http://id.wikipedia.org/wiki/Gedung_Sate

Gedung yang terkenal dengan oramen tusuk satenya itu dibangun pada tahun 1920 dan rampung pada bulan September 1924 ini, dulunya dikenal dengan nama Gouvernements Bedrijven (GB), bangunan yang terletak di Jln Dipenogoro, Bandung ini di rencanakan oleh Ir.J.Gerber, arsitek muda kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delft Nederland, Ir. Eh. De Roo dan Ir. G. Hendriks serta pihak Gemeente van Bandoeng, diketuai Kol. Pur. VL. Slors dan dibuat dengan gaya arsitektur indo-eropa dijadikan kantor Gubernur Jawa Barat dan berada dikompleks kantor DPRD jawa barat.

kita lanjut ke Gedung Meseum Geologi..

scr http://museum.grdc.esdm.go.id
scr http://www.google.com

Gedung yang mulanya dikenal dengan nama Geologisch Laboratorium masih terletak di Jln Dipenogoro ini dulunya dipakai untuk pusat penelitian geologi dan sumber daya mineral , sekarang digunakan sebagai museum. latar belakang pendirian museum ini tidak jauh dari penelitian-penelitian barang tambang, dan terkait revolusi industri yang membutuhkan sumber mineral untuk menggerakan keperluan industrinya. Bangunan ini didirikan pada pertengahan 1928 dan selesai 11 bulan kemudian.

dan kita sekarang di  Gedung Merdeka..

src http://www.google.com
src http://id.wikipedia.org/wiki/Gedung_Merdeka

ehhmmm bangunan ini gak banyak berubah dari jaman dulu ampe sekarang, didepannya tetap ada hotel savoy homann, hotel terbaik dikota Bandung dan yang paling sering dijadikan tempat untuk foto pre-wedding hahaha… bangunan ini biasa dikenal dengan gedung asia-afrika karena dulunya dipakai¬† untuk menyelenggarakan KTT asia-afrika. Bangunan yang dirancang oleh Van Galen Last dan C.P. Wolff Schoemaker yang awalnya bernama SOCI√čTEIT CONCORDIA dipergunakan untuk area rekeasi dan pusat kesenian.

keberadaan Belanda di Indonesia sebetulnya sangat menguntungkan bagi Indonesia. Dengan ilmu¬† dan inovasi yang dilakukan oleh Belanda, Indonesia mejadi lebih berkembang hampir dalam segala bidang karena orang pinter jaman dulu, para pemimpin kita menempuh pendidikannya di negeri Belanda. Sedikit banyak pemikiran-pemikiran mereka terpengaruhi dari negara itu. Continue reading “Belanda, si Tukang Bangunan”