Rindu

Sendiri
Rindu tak ubahnya seperti kertas kosong, tak tahu apa yang dirindukan, siapa yang dirindukan, mungkin kerinduan ini hanyalah untuk rasa ingin dirindukan.

Pria
Rindu adalah ketika dia menatapku dalam, dan tersenyum manis. Tidak ada pria lain dalam tatapnya, dan manis senyumnya selalu milikku.

Wanita
Rindu itu ketika tangannya menggenggam erat tanganku, lembut tapi cukup kuat untuk tidak melepasku, sikap yang mengizinkanku menjadi siapa aku sebenarnya, tanpa harus berpura-pura, dan semua yang dia lakukan membuatku merasa spesial.

Mendua
Rindu adalah rasa manis dari dua orang yang berbeda, karena rasanya tidak pernah sama, manis.. manis.. dan akan selalu manis, sampai aku tidak ingin melepaskannya, begitu memabukan, membuat kecanduan, sekaligus menakutkan.

Rindu adalah rasa yang menetes, terkadang meluber. Rasa yang terus berputar-putar di kepala tanpa lelah. Membuat tersenyum dan menangis dalam waktu bersamaan, manis getir datang bersamaan.

Tulisan ini sebetulnya sudah lama di draft, dibiarkan begitu saja, pada akhirnya dicoba untuk diselesaikan.

 

 

Tidur

Selamat hari Jumat, karena ini hari Jumat, dan kerjaan terlalu menumpuk untuk dikerjakan hari ini, mari kita tunda saja pekerjaannya, biar Senin besok terlihat sibuk :mrgreen:.

Kali ini saya mau cerita tentang tidur, bukan tidur biasa, tapi tidur yang sedikit tidak baik, yaitu tidur di Masjid….. Pas lagi dengerin khotbah Jumatan. Kalau dihitung-hitung sejak saya awal-awal efektif Jumatan, mungkin umur 4 atau 5 tahunan gitu, saya udah seribu dua ratusan kali lah ikut Jumatan, kurang lebihnya sih, soalnya ada masa dimana saya tergoda main pe es sama temen, dari pada Jumatan :p tapi gak sering kok, bener! Dari seribu dua ratusan itu, mungkin hampir 70%an lah saya tidur waktu dengerin khotbahnya. Malah sekali waktu, saya bener-bener tidur dari awal saya duduk, di masjid, sampai khotib turun dari mimbar… saya gatau itu tidur apa pingsan.. jangan diikutin ya.. Saya pernah denger riwayat nabi, soal salah satu sahabatnya(?) yang tertidur di masjid waktu sedang shalat Jumat, lalu ketika tiba waktu sholat, disuruh dibangunkan, dan melanjutkan sholatnya, tanpa harus berwudhu kembali.. jadi menurut riwayat ini, sholat saya masih sah, walaupun tertidur.. wahhh udah #JumatBerkah banget gak sih ni tulisan? Pake Riwayat nabi meeeeenn… Besok-besok saya mau jadi ustad, terus jadi selebtwit biar bisa ngafir-ngafirin orang… eh gimana?

Tapi serius deh.. tidur pas Jumatan itu bukan tanpa asalan, hari Jumat adalah hari mistis, karena sepanas apapun di luar Masjid, pas masuk Masjid, jadi adem banget, enak banget lah hawanya, dan mungkin yah, sejak kecil gen kita udah dibentuk, kalau kita ada di antara kumpulan orang, terus dengerin orang ngomong, itu bawaanya kayak di dongengin Mama kalau udah malam,,, ngantuukkkkkk,,,, (Makasih lho sistem pendidikan Indonesia!). Mungkin cuma orang-orang dengan kadar keimanan tinggi yang bisa melawan godaan seperti itu..

Ada kalanya saya sengaja tidur, bukan karena apa sih, biasanya saya begini karena bahasan khutbahnya, terlalu…. apa ya? Boleh dikatakan, menyerempet ke penyebaran kebencian, kan males juga ya kalau dengerin yang gitu, dengan konsep agama yang Rahmatan lil Alamin, seharusnya bahasan yang gitu, tidak perlu dibicarakan, iya gak sih? Iyain aja laah,,, biar makin #JumatBerkah tau gak 😆

Kebetulan tadi waktu saya Jumatan, saya gak tidur… jadi dengerin tu khutbah dari awal, sampai akhir, lengkap.. tapi karena saya punya kebiasaan ketika keluar ruangan, apa yang dibicarakan orang tiba-tiba lupa.. jadi saya gak inget tadi tuh isi khutbahnya apaan ya?

Uang Masjid, Dikemanakan?

Lebaran sebentar lagi.. Berpuasa dengan gembira..

Masjid.. Kita kenal masjid adalah tempat beribadah bagi orang yang beragama Islam, pusat keagaaman, pusat pendidikan, bahkan mungkin pusat “pembersihan” harta untuk umat muslim.

Saya memang bukan orang yang rajin masuk masjid, tapi minimal satu minggu sekali pasti saya masuk masjid untuk sholat Jum’at. Ada satu hal yang selalu “menggelitik” Saya. Ada beberapa masjid yang saya datangi, ternyata mempunyai uang kas, yang cukup banyak, jumlahnya bisa mencapai puluhan, bahkan mendekati ratusan juta rupiah. Lalu Saya berpikir, itu uang sebanyak itu kira-kira untuk apa ya? Memang jika ada masjid yang mempunyai uang kas puluhan juta, pasti masjid yang mempunyai bangunan besar dan bagus. Bangunan yang bagus memang menjadi daya tarik sendiri untuk umat datang ke masjid tersebut, tapi apakah dana masjid hanya untuk itu? Hanya untuk membangun dan memperbaiki masjid? Saya tidak tahu apakah ada ketentuannya, atau bagaimana.. Hanya saja kalau dipikir uang sebanyak itu, kalau hanya diendapkan, apakah bermanfaat? Bukannya umat Islam diperintahkan untuk mengeluarkan sebagian hartanya selain untuk “membersihkan” harta, juga agar bermanfaat untuk yang lain?

Kadang ragu untuk menyumbang ke masjid yang uang kasnya banyak banget, kalau dipikir, itu uang pasti ada di Bank, bukan di bawah bantal ketua DKM, dan pasti dapat bunga yang lumayan.. FYI yah.. walaupun banknya syariah, tetap saja ada bunga tabungan, walaupun nama dan konsep perhitungannya berbeda.. Artinya uang yang diendapkan itu akan terus bertambah.. tapi bukan karena itu juga saya ragu untuk menyumbang, tapi apakah uang saya akan bermanfaat, jika diberikan ke masjid? Ada ironi ketika suatu masjid yang cukup “kaya”, menggelar pesantren kilat, dan tetap menarik biayanya dari peserta, apakah uang kas masjid tidak boleh digunakan untuk kegiatan tersebut? Atau yang lebih lucu, ketika laporan keuangan masjid dipampang di selembar kertas, ditulis keperluan aksesoris mencapai jutaan, lalu ada tulisan sumbangan untuk orang sakit, yang jumlahnya tidak lebih dari satu juta rupiah,…. Kalau dibilang, ini rasanya pelit.. Bagaimana umat mempunyai rasa dermawan yang tinggi jika pusat pendidikan agamanya saja, se-tidak-dermawan itu?

Mungkin saya salah dengan pemikiran ini, mungkin memang ada dalil, hadist, atau bahkan ayat yang menerangkan bahwa dana yang ada di masjid, tidak boleh digunakan oleh apapun, selain untuk keperluan (bangunan) masjid. tapi apakah tidak lebih bermanfaat jika dana yang terkumpul digunakan untuk beasiswa pendidikan misalnya, atau kegiatan sosial lainnya. Pasti akan lebih seru ketika uang yang ada digunakan untuk kegiatan sosial, lalu diberitakan.. lalu ada kalimat yang bilang “Terima kasih telah menyumbang, ayo menyumbang lebih banyak, agar senyum ini terus ada”.