Catatan Akhir tahun, Ketika Di Luar Tidak Hujan, Dan Segelas Kopi Telah Habis

Ini akhir tahun, sayang.. Bagaimana tahunmu? Menyenangkan? Kita terjebak di dunia yang suram tahun ini. Wabah belum berhenti, sayang.. Jangan kamu keluar dulu, tunggu sini, temani aku.

Sayang, kita yang pernah ada dan bahagia, ternyata memang tidak bisa bersama. Kita sudah berjalan terlalu jauh ke arah yang berbeda, kita ada di titik perasaan yang sudah begitu hambar, dan mulai terasa seperti ingatan biasa. Kita yang pernah bersama dan bahagia, akhirnya padam pula.

Sayang, aku tidak akan lagi berbicara tentang kita, semua harus berubah, kamu menghilang, dan aku akan pergi.

Sayang, dunia ini sedang suram, banyak orang sakit, masuk rumah sakit, dan sebagian dari sakit itu mati. Belum ada yang bisa menolong kita, orang-orang pemerintahan hanya peduli dengan angka. Kita hanya statistik, selama statistik masih terlihat bagus, kita akan dibiarkan begitu saja, mungkin sebentar lagi giliran kita, sayang.

Kita hanya orang-orang biasa yang berada di batas imajiner, tak bisa kemana-mana, hanya berputar-putar di situ-situ saja.

Sayang, silakan pergi, jangan lupa tinggalkan pesan, dan ketika kita punya kesempatan…

Rasanya kita tidak akan punya kesempatan.. Mari lupakan.