Sore

Ada orang pernah bilang, kenapa senja selalu menyenangkan, kadang Ia hitam kelam, kadang Ia merah merekah. Tapi langit tetap selalu menerima senja apa adanya.

Sore – Istri Dari Masa Depan.

Pagi

Kamu ingat? Kita pernah bertemu sepagi ini? Di kota yang tidak pernah kita tahu sebelumnya, di Kota dimana kita tidak tahu arah. Kita hanya berjalan mengikuti jalan, sambil menanam sebuah cerita, “Untuk kita.” kata mu.

Hari ini, dimana kota tidak lagi asing, arah sudah ku kenal, dan cerita yang kamu tanam, sudah menjadi pohon kenangan, dengan rindu menjadi buahnya. Kadang aku hanya ingin duduk sendirian di bawah sini, di pohon ini, memang tidak ada kamu di sini, mungkin memang tidak akan pernah ada lagi, tapi aku tidak ingin peduli.

Kita tahu, kita akan seperti ini, berjalan di jalur yang berbeda, ntah apapun alasannya, kita akan saling menjauh, saling menghilang, bahkan saling melupakan.

Sampai kapan pohon kenangan ini akan berbuah, Aku tidak tahu. Akan ku biarkan saja sampai pohon ini mati, yang mungkin akan terjadi pada suatu senja yang merah merona. Suatu senja yang selalu kita yakini bahwa kita adalah abadi. Pada saat itu, kata cinta… hanyalah kata cinta.. tanpa makna, tanpa cerira.. dah yah,, kata cinta.. hanyalah lima huruf, tanpa makna.

 

 

 

 

 

 

 

 

Lucu rasanya masih nulis-nulis kayak gini

 

 

 

 

Sarapan

Pagi hari, Dia duduk di meja kecil untuk menikmati sarapannya, dua lembar roti tawar yang dioles selai, dan segelas susu hangat, cukup untuk mengusir rasa dingin suasana pagi itu.
Mulutnya sibuk menguyah makanan, sesekali meneguk susu, tapi pikirannya melanyang jauh ke suatu tempat dimana senja ntah sedang apa.. Senja.. di pikirannya hanya ada Senja.. Senja.. dan Senja.. ntah mau sampai kapan.

Tentang C

Cinta adalah lipatan-lipatan senja yang disisipi cerita dan kenangan akan sebuah cerita.

Cinta adalah butiran-butiran pasir yang tercetak langkah-langkah, dari sebuah perjalanan.

Cinta adalah sebuah senyuman paling indah, ketika dia menatapmu.

Cinta adalah gombalan-gombalan klise yang dibalas dengan senyuman dan kata-kata “Kamu tuh gombal ya?”

Cinta adalah tempat ternyaman di sebuah sudut bernama hati.

Cinta adalah tawa-tawa kecil di sela-sela percakapan tentang apa saja.

Cinta adalah menikmati tatap dan senyumnya sembari tetap menjaga jarak.

Cinta adalah kegoisan, kesombongan, dan ketikdaktahuan diri, untuk menguasai hati yang lain.

Cinta adalah menikmati rindu yang selalu mengiris.

Cinta adalah rasa ingin memiliki, tapi tidak ingin mengekang.

Cinta adalah dorongan, tarikan, dan paksaan untuk bangkit ketika terjatuh.

Cinta adalah kecupan-kecupan kecil ketika tak ada kata, saat beradu tatap.

Cinta adalah harapan-harapan kosong yang terus diisi dengan kepura-puraan, agar tetap bisa hidup.

Cinta adalah menikmati setiap detik pertemuan, sebelum kita sadar, ada perubahan di antara kita.

Mentari Pagi

Setelah ratusan sore tanpa senja, Dia masih berjalan di setapak yang sama, dengan ingatan yang sama, memori yang sama, semua hampir sama, kecuali pada suatu hari Dia bertemu yang lain. “Mentari Pagi” katanya ketika Dia menanyakan nama seseorang yang lain itu. Mentari Pagi.. Akhirnya ada yang mampu mengalihkan perhatiannya dari Senja yang sudah pergi ntah kemana. Senyumnya mengembang lagi, Dia yang pemurung lambat laun berubah, ada setitik cahaya di matanya, mata yang telah lama kehilangan sinarnya itu, akhirnya terang lagi..

Semakin lama, dia semakin dekat dengan Mentari Pagi, obrolan-obrolan kecil yang biasa terjadi bersama senja akhirnya terjadi lagi, hangat seperti biasa… dan senyumnya, tatap matanya…. sangat mirip dengan Senja.. begitu pikirnya,, pantas ada sesuatu yang tidak asing dalam dirinya, dalam diri Mentari Pagi,,, ada sebagian Senja di dalam Mentari Pagi,,,

Suatu hari yang lain Dia berjalan sendiri di setapak yang sama, tanpa Mentari Pagi.. “Dia bukan Senja..” Dia berkata dalam hati.

Semu

Ada hal yang tak pernah tipis, teriris waktu.

Tetap tebal berlapis rindu.

Tidak hilang walaupun tak pernah diburu.

Tahu kah kau, kita semakin semu?

Hanya angan, keberadaannya tak pernah ada yang tahu.