Langkah Gontai

Dengan langkah gontai, Dia berjalan sehabis bekerja. Jalanan masih becek karena hujan sedari siang, menyisakan gerimis dan angin dingin yang cukup untuk membuat badan menggigil. Tidak terasa Dia sampai di sebuah taman, taman yang sama, yang selalu Dia lewati. Pepohonan sudah menghijau lagi, karena musim penghujan telah datang, rimbun, masih sama seperti dulu. Dia hentikan langkahnya tepat di depan sebuah bangku taman yang masih basah, lalu duduk di atasnya, lalu berpikir…. Berpikir tentang.. Tentang siapa lagi, selain Senja.. Senja yang merah merona.. Senja yang mungkin tidak akan datang lagi..

Senja itu, sebetulnya mentari pagi yang sedari dulu Dia kenal, tapi tidak pernah Dia sapa, padahal Dia selalu mengaguminya. Dia terlalu sibuk bermain dengan sebayanya, bermain layangan, kelereng, melompat ke sungai, memancing ikan atau permainan bodoh seperti mengganggu ayam-ayam ternak tetangganya. Mentari pagi selalu datang setiap hari, tapi tidak pernah diindahkannya, ya.. Mentari pagi yang sekarang menjadi Senja yang merah merona itu, yang sekarang selalu berputar-putar di kepalanya, sebetulnya sudah ada dari dulu.. Tapi kemana saja Dia? Betapa bodohnya tidak menyadari itu.

Dengan wajah kusut, pikiran yang kalut, Dia memutuskan untuk untuk merebahkan tubuhnya di bangku taman itu, matanya terpejam, mengingat semua hal tentang Senja, mengingat bagaimana akhirnya mereka bisa bertemu.

Lampu-lampu taman sudah menyala, tapi Dia belum beranjak. Biar saja pikirnya, Dia hanya ingin tetao di situ, sampai ntah apa yang akan terjadi nanti.

Advertisements

Bosan

Hampir setahun saya kerja di tempat yang sama, dan rasanya saya mulai bosan, padahal tempatnya cukup nyaman, dengan pemandangan yang bagus di setiap harinya..

Cozy
Cozy

Diam di tempat yang sama setiap hari, selama beberapa bulan atau tahun adalah neraka untuk saya, padahal pekerjaan saya diem depan komputer berjam-jam, kalau gak, pekerjaan tidak akan pernah selesai.

Bosan.. mungkin gakan ada orang yang memakai itu sebagai alasan untuk keluar dari sebuah perusahaan, tapi saya memakai itu sebagai alasan, alasan yang aneh, tapi saya gak bisa ngarang-ngarang, jadi waktu saya minta keluar, saya bilang.. saya bosan diem di kantor.. haha.. itu aneh banget..

Tapi saya tidak akan keluar dari perusahaan yang sekarang, karena perusahaan sekarang tidak punya kantor sebenernya, jadi cukup menyenangkan bisa memilih tempat untuk bekerja, jadi mungkin untuk beberapa hari saya bekerja dari rumah, sambil nonton nat geo..

LifeHack Mengatasi Tabung LPG Yang Bocor

Sebagai manusia modern, kita tidak akan bisa lepas dari tabung LPG, kenapa? Karena pemerintah nyuruh masak pakai gas LPG, kecuali kamu anak kos yang bergantung hidup sama masakan mbak mbak warteg. 

Kemaren-kemaren saya beli gas LPG ukuran 3KG.. Btw LPG itu bentuknya kan cair yah, kenapa satuannya gram ya? Bukan liter? *halah*. Dan ternyata tabung gasnya itu bocor. Sebetulnya bocornya itu kecil, jadi gak ketahuan, saya cuma nyium bau gas, karena penasaran saya coba masukan tabung ke ember berisi air, dan dipastikanlah bau gas itu berasal dari tabung LPG. 

Sebagai orang yang suka baca artikel random, saya ingat pernah baca cara menambal teko yang bocor dengan menggunakan campuran sabun dan gula merah, karena bahan tabung dan teko kira-kira sama.. Ya sama besi gitu.. Mungkin cara ini akan berhasil, kita tidak pernah tahu kalau kita tidak mencoba.. Yekaaaaaannn? 

Cara membuat bahan tambalan itu gampang sekali, pertama-tama iris tipis-tipis gula merah kira-kira 40gram, bisa lebih kalau kamu suka ngemil gula merah iris, karena itu enak banget.. Dan FYI yah.. Gula merah katanya ada dua jenis, gula merah yang terbuat dari aren dan kelapa, dan katanya lagi yang dari kelapa lebih bagus. Tapi karena ini untuk nambal tabung gas bocor, gula merah jenis apapun gak masalah. Lalu campurkan irisan gula merah tersebut dengan sabun, sebaiknya sabun colek, biar gampang gitu, dengan berbandingan 1:1 ya buk ibuk..  Artinya kalau pakai 50gram gula, campurkan dengan 50gram sabun, setelah itu aduk, remas, kocok atau terserah diapain yang penting campuran itu menyatu dan berbentu seperti pasta, lalu oleskan pasta tersebut ke permukaan tabung yang bocor. Saya sempet berpikir untuk membakar olesan tersebut, tapi karena saya berurusan dengan gas yang mudah terbakar, saya urungkan niat itu, saya gak mau ambil resiko tabungnya meledak di muka saya. Setelah semua tahapan itu, ternyata bau gas tidak tercium lagi, dan rasanya itu pertanda baik. Saya diamkan semalaman, biar adonannya “bekerja” sempurna. Setelah beberapa hari.. Haha ya beberapa hari karena sebenernya saya lupa memeriksa tabung itu.. Setelah beberapa hari saya periksa dan ternyata, TIDAK berhasil.. Ya sodara-sodara sekalian.. Cara itu tidak berhasil, pasta yang dioleskan malah mencair dan turun ke lantai.. Bagusnya gada semut.. Ya iyalah, campuran gula sama sabun.. Semut mana doyan..

Tapi saya tidak menyerah.. Menyerah adalag cara terakhir yang saya pilih. Saya terus berpikir bagaimana cara menambal tabung bocor itu, setelah beberapa lama saya kepikiran untuk memakai plester untuk luka, lalu saya balut dengan lakban.  Saya yakin cara ini akan berhasil. 

Untuk menjalankan rencana itu saya pergi ke toko kelontong yang tidak bisa saya sebutkan namanya di sini.. Pokoknya nama depan Alfa dan nama belakang mart.. Saya cari plester untuk luka di sana, dan ternyata saya menemukan plester luka anti air.. Wahh saya baru tahu ada varian anti air, itu artinya saya tidak perlu memakai lakban untuk membalut plester tersebut, karena plesternya udah pasti nutup lubang… Terimakasih hansaplas… Masalahku akan segera teratasi… 

Sesampainya di rumah, saya langsung bersihkan tabung dari sisa pasta-campuran-gula-merah-dan-sabun-yang-ternyata-tidak-membantu-sama-sekali agar plester nanti menempel dengan sempurna. Begitu saya tempelkan plester tersebut tidak lama kemudian plester tersebut mengembang seperti balon karena gas tetap keluar dari lubangnya, saya sedikit panik, takutnya malah meledak, dan buru-buru cabut, dan cara itu tidak berhasil lagi.. Sial.

Akhirnya saya jalan terakhir, yaitu kembalikan dan tukar dengan tidak bocor. Satu hal yang kita harus tahu, tekanan gas dalam tabung itu tinggi sekali, dan tabung yang bocor mungkin sudah tidak aman untuk dipakai. Jadi berhenti berpikir banyak akal dan mengingat-ngingat artikel random.. Jika tabung gas bocor, lebih baik langsung kembalikan, selain aman juga menghemat waktu, tenaga, dan pikiran…

Baiklah sampai jumpa di LifeHack selanjutnya