Pagi Yang Lain

Efek begadang mulai terasa pagi ini, sedikit pusing dan mengantuk.. pikiran saya berhenti,,,, dan,,,, merasa lapar. Saya tidak terlalu akrab dengan kopi, hanya sesekali saja saya minum. Beberapa hari ini saya mengerjakan pekerjaan yang jauh di belakang deadline, itu artinya saya harus memanjangkan jam kerja. Setengah waktu projek, dipakai hanya untuk desain.. gila,, dua bulan kerja cuma untuk desain?? Itu sangat lama.. normalnya waktu pengerjaan desain paling lama dua minggu, sisanya untuk development sistem.. sayangnya saya tidak mempunyai kapabilitas untuk memecat orang.. kalau punya, mungkin saya sudah ganti desainner..  Kadang saya pikir saya ada di perusahaan paling tidak efisien di dunia..

Spotify premium saya habis pagi ini. Itu artinya selamat tinggal lagu-lagu offline dan selamat datang iklaaaaaaaannnn…  Saya memanfaatkan program paket bundling dari salah satu operator.. dan ternyata paket bundlingnya hanya berlaku satu kali aktivasi,,, tau gtu saya pilih paket lebih murah..

Oia.. pada suka dengerin musik? Saya suka banget dengerin musik… gak banget sih,, tapi hampir tiap hari saya dengerin musik.. Untuk soal musik, saya agak susah move on dari lagu-lagu jaman dulu. Untuk saya lagu jaman “kemaren sore” tuh lebih bisa dinikmati.. ya jaman sekarang juga bisa sih,,, cuma dari beberapa penyanyi saja. Saya suka lagu-lagu dengan lirik yang puitis, lirik yang membuat kita berpikir tentang cerita yang ingin disampaikan, atau lagu-lagu dengan diksi dan ritme yang enak untuk didengar. Ketika mengetik kata ini, spotify sedang memutar lagu “Kiss Me” dari Sixpence None The Richer.. Iya saya bilang kata, karena ketika saya menulis tulisan ini, ada beberapa lagu yang diputar.. Inti cerita dari lagu ini yaaa tentang orang yang jatuh cinta…… ya itu intinya…

Baiklah,, lebih baik saya melanjutkan pekerjaan, atau,,, hanya melihat detik jam yang terus berlalu.. meninggalkann pikiran yang terhenti ntah dimana,,,,

 

Advertisements

Interaksi Sosial Media

Siapa yang tidak mempunyai akun media sosial jaman sekarang? Hampir semua orang yang berusia di bawah 50 tahun, punya akun sosial media, baik itu twitter, facebook, path, bahkan sekarang platform blog wordpress, sudah menerapkan konsep sosial media ini.

Saya aktif “bermain” sosial media sejak rame-rame aplikasi Friendster (Siapa yang punya juga, ngacung?? :D). Semakin lama, perkembangan sosial media ini memang sangat pesat, komunikasi menjadi hal yang mudah dilakukan, bahkan banyak teman lama yang akhirnya bertemu kembali karena sosial media ini… yaa bertemu kembali.. heu :D. Selain dampak positif yang dibawa oleh keberadaan sosial media, pasti ada sisi negatif, banyak memang, tapi saya ingin fokus ke satu hal.. yaitu interaksi yang terlalu sering, hemmm saya tidak bermaksud untuk menyalahkan interaksi, karena interaksi berkaitan dengan silaturahmi, yang sebetulnya tidak boleh berhenti, tapi ada dampak yang menurut saya kurang bagus. Karena interaksi yang terlalu sering, maka sekarang ini sulit sekali mendapat “pikiran” yang unik, karena seringnya interaksi ini, hampir membuat semua orang punyai pikiran yang sama, jadi apa yang dituliskan di sosial media itu hampir semua sama,,, membosankan.

Saya pernah belajar tentang pola interaksi ini, teorinya, semakin mudah akses antara dua kota, maka akan semakin banyak kemiripan yang ada diantara kota-kota itu, karena adanya interaksi. Teori ini tidak hanya berlaku dengan kota tersebut, tapi juga individu yang ada di dalamnya. Misalnya Bandung dan Jakarta, sebelum ada tol Cipularang, dan sesudahnya, terasa sekali berubahannya.. bahkan sekarang hampir semua yang ada di Jakarta, ada di Bandung.. cuma Pantai dan Ahok yang tidak ada.. hahah becanda :mrgreen:. Sosial media membuat jarak tidak lagi berarti, semua orang bisa berinteraksi dengan siapapun dimanapun, dan akan saling mempengaruhi, ini yang membuat sosial media menjadi membosankan.. Hampir tidak ada warna…

Tulisan ini sebenernya puncak kebosanan saya dengan TL twitter.. semua orang membahas hal yang sama, tidak seperti dulu.. kadang ada akun yang menulis hal-hal lucu, kadang hal romantis, kadang sedih, atau hal-hal random..  begitu berwarna, begitu ramah..

Sempat terpikir untuk hiatus saja dari sosial media.. Seperti om om sebelah 😆 eh tapi saya yakin dia hiatus bukan karena bosan dengan sosial media, tapi menghindari akun mantan yang udah punya pacar lagi.. *ketawa keras* *kabur*

 

Pencarian Pintar

Beberapa hari ini saya disibukan dengan kerjaan yang lebih “menguras” pikiran. Biasanya saya mengerjakan pengolahan data biasa, hemm semacam, pengumpulan data, lalu mengolahnya, dan jadi sebuah laporan informasi. Tapi kali ini saya mendapatkan pekerjaan yang berbeda. Saya sedang mengembangkan semacam sistem pencarian, yang dapat mempelajari ketertarikan pengguna, yang hasil akhirnya akan menampilkan hasil pencarian yang sesuai dengan ketertarikan dari pengguna… bingung?? Oke..

Misalnya begini, jika kamu mengetik nama sebuah kota, maka hasil pencariannya adalah tujuan wisata yang ada di kota itu, setiap tujuan wisata mempunyai kategori, misalnya wisata kota, pantai, gunung, belanja, dan lainnya, katakan lah pengguna itu memilih tujuan wisata berkategori pantai, lalu dia mencari kota yang lain, dan memilih wisata pantai lagi, maka sistem akan mengindentifikasi bahwa pengguna itu menyukai pantai, maka pada pencarian-pencarian selanjutnya, hasil yang ditampilkan pertama adalah tujuan wisata pantai, baru tujuan wisata lainnya, semakin sering pengguna itu memakai sistem ini, semakin “mengenal” dia, dan itu artinya setiap pengguna akan mendapatkan hasil yang berbeda, sesuai dengan ketertarikannya. Ini seperti pencarian pada google.. hanya saja lebih kecil.. tidak secanggih google memang, tapi setidaknya lebih pintar, dari pada sistem pencarian biasa.

Ini mulai seperti skripsi.. haha.. Waktu pertama kali saya mendapat penjelasan tentang pekerjaan ini, saya teringat kepada salah satu skripsi yang saya kerjakan.. ya salah satu.. karena dulu saya pernah mendapat orderan untuk mengerjakan skripsi mahasiswa lain.. hemmm sepertinya saya pernah bercerita soal ini, di cerita yang sebelum-sebelumnya.. heu.. Skripsinya tentang bagaimana sistem menentukan pegawai mana yang bisa dipromosikan jabatannya, dinilai dari beberapa kategori yang ada dalam si pegawai itu. Sistem yang sekarang saya kembangkan mirip-mirip seperti itu, jadi algoritma dasarnya saya ambil dari situ, tapi dengan sedikit penyesuaian.

Sistem yang saya kembangkan ini, sebenernya bisa dijadikan skripsi, yaaa siapa tahu ada mahasiwa IT tingkat akhir lagi galau nyari tema skripsi, lalu baca tulisan ini, boleh kita berdiskusi, pasti banyak pengembangannya, dengan berbagai macam metode.. Ini akan menjadi menarik..

Catatan Agustus

Minggu, 14 Agustus 2016.

Hujan turun dalam dua hari ini, merata di seluruh Pasundan saya pikir. Saya tidak membenci hujan, tapi hujan di tengah musim kemarau, tidak terlalu saya suka. Dulu pertengahan Agustus adalah musim dimana anak-anak bermain layangan, cuaca terik dan angin kencang, kondisi terbaik untuk terbang, tapi sekarang sudah berbeda.

Di Indonesia kita mengenal 2 musim, musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan terjadi karena ada cukup sinar matahari yang menaikan suhu permukaan, cukup hangat untuk menguapkan air laut, berkumpul menjadi awan, tertiup oleh angin, lalu jatuh sebagai hujan. Kalau musim kemarau, sebaliknya suhu permukaan cukup dingin, tidak cukup untuk menguapkan air di lautan.

Baiklah, sembari menunggu hujan reda, mari kita nikmati secangkir teh panas, dan sepotong biskuit… Tapi tunggu… Di sana ada potongan coklat, aku akan menyebunyikannya, menikmati manisnya pelan-pelan, hanya untukku… Ya.. Hanya untukku…

Dalam Perjalanan Sore

Ia mengadah ke langit sore, lama menatap langit, tampaknya sore ini pun tak lagi membawakan senja. Dia heran, kemana senja itu hilang? Bukankah dulu senja selalu datang? Mungkin senja memang telah dipotong oleh Sukab. Sukab yang malang, bodoh, dan tidak tahu diri. Sukab yang mencintai Alina begitu besarnya, padahal Alina mencintainya pun, tidak.. Haa bodoh.

Dia melanjutkan perjalanan, berjalan di setapak yang selalu dilewati saat senja datang menemui. Dia mengingat percakapannya dengan senja yang datang dengan senyuman, sesekali Dia mendekapnya, hangat… Dan ciuman itu… Manis, tak pernah terlupakan. Dihadapannya jalan begitu muram, tak ada lampu jalan, hanya pohon yang daunnya mulai berguguran, berserakan.

Ada yang hilang dalam dirinya, sebuah bejana yang tempo hari senja bawakan, bejana yang membiru. “Minum setiap hari” begitu katanya, sambil tersenyum. Dan Ia kini kehausan.. Haus.. Bahkan ludahnya pun mengering..

Di hadapannya ada selembar kertas, dan pensil di tangan kanannya. “Kamu yakin akan mengirimkan itu?” tanya dirinya yang lain. Dia diam… “Bagaimana jika dia tidak datang lagi?” dia melanjutkan. “Aku tidak peduli” jawabnya. Dilipatkan surat itu menjadi pesawat kertas. Dia menatap langit sore dalam-dalam, Dia lemparkan pesawat itu kuat-kuat. Terbang… Pesawat itu terbang menjauh. Dia tidak tahu apa surat itu akan dibaca oleh senja atau malah ditemukan oleh pekatnya malam.. Lalu dibuang…

Dia tetap berjalan, melewati dedaunan berserakan, dahan pohon yang mengering… Dan sore yang tak lagi membawa senja..

Panutan

Beberapa tahun lalu saya sempat mengikuti sebuah seminar tentang minat dan kemampuan, kebetulan pembicaranya seorang psikolog. Dalam salah satu bagian, Beliau berbicara tentang panutan, atau idola. Menurut Beliau, idola ini turut membentuk karakter, motivasi, dan minat seseorang.

Beberapa hari/minggu lalu, ada seorang yang menjadi viral di media sosial, karena dia mengunggah video kesedihan karena diputuskan pacarnya. Pada awalnya saya tidak terlalu tertarik dengan itu, sampai tadi pagi.

Saya membaca artikel wawancara orang yang jadi viral ini. Dalam wawancara itu dia berbicara tentang banyak hal, salah satunya tentang video dan fotonya yang tidak bermoral, Dia bilang moral adalah urusan manusia dan tuhan. Betulkan jika saya salah, tetapi setau saya moral berhubungan dengan sikap dan perilaku. Mungkin orang ini pengen bilang, “tindakan gue itu urusan gue”. Iya sih apa yang mau dia lakuin ya terserah dia, dan dengan follower yang lebih dari 160ribu orang, mungkin saja dia sudah jadi idola bagi sebagian orang, andai hanya ada 10% dari followernya bener-bener menjadi idola, secara tidak langsung dia akan mempengaruhi 16ribu orang, itu bukan jumlah yang sedikit.

belum lagi dia berbicara tentang pendapatannya yang membuat para kelas pekerja yang pergi pagi pulang sore, sadar kalau mereka cuma jadi budak para kaum kapitalis, dan aktivis MLM yang selalu berbicara pasive income dan bonus kapal pesiarnya, memaki upline mereka karena tidak dua hal tersebut tidak pernah terwujud. Dengan besaran pendapatan seperti itu sudah pasti dia akan menjadi idola, bahkan mungkin menjadi mimpi sebagian penduduk Indonesia.

Kita hidup di Indonesia, yang notabene punya batasan-batasan tentang prilaku seseorang, ada norma sosial yang sudah lama kita anut, dan prilaku orang ini jauh menerobos batasan-batasan itu, hal-hal seperti ini yang ditakutkan malah menjadi contoh untuk yang lain, saya tidak bisa membayangkan jika perilaku sebebas itu masuk ke masyarakat kita, karena hal negatif sering kali lebih mudah untuk diterima, dan dicontoh. Kita tidak mungkin melakukan protes atas apa yang dia lakukan, yang bisa kita lakukan terus berusaha untuk menjadi dewasa, dan dapat membedakan mana yang baik dan buruk. selama kita tahu batasan, rasanya kita tidak perlu takut dengan hal-hal negatif tersebut, bukan?

Tapi mari kita berusaha adil dalam pikiran, walaupun dengan prilaku yang… jauh di luar norma sosial masyarakat Indonesia, ada hal positif yang bisa kita ambil dari Dia, seperti dia berani memilih hidupnya sendiri, dia menemukan apa yang dia suka, dan menjadi… kalau anda termasuk menilai kesuksesan dari materi, bisa dibilang dia sangat sukses, apalagi dengan usianya yang masih belasan, tidak banyak yang bisa seperti itu. Untuk hal positif itu saya salut sama Awkarin ini.