Ketidakpastian Yang Pasti

Hidup adalah kepastian akan ketidakpastian. Tidak ada yang pasti dalam pasti dalam hidup ini. Bahkan untuk urusan rejeki, jodoh, dan kematian. Kita tidak akan pernah tahu, kapan, dimana, bagaimana, dan dengan siapa hal-hal itu akan terjadi. Kita hanya bisa menunggu, biar tugas waktu yang mengantarkan kita kepada ketidakpastian. Pada akhirnya kita hanya berjalan menuju ketidakpastian itu.

Hidup adalah soal ketidakpastian, dan karenanya, kita mempunyai banyak pilihan. Memilih ketidakpastian mana yang akan kita buka. Rasanya ini bukan tentang benar atau salah, tapi tentang bagaimana hidup ini akan berlanjut. Tidak peduli kita memilih A atau B, kanan atau kiri, satu atau nol, hidup kita akan selalu berubah karena pilihan itu, termasuk… ketika memilih untuk tidak memilih.. bukankah itu juga sebuah pilihan?

Manusia dapat merencanakan apa yang akan dia pilih kedepannya, hampir tidak ada batasan untuk itu, tapi tuhan, terkadang menawarkan pilihannya sendiri. Silakan manusia berencana memilih A, tapi tawarannya hanya “B” dan “C”, lalu mana yang kita mau pilih? “B” atau “C”? Atau,,,, tidak memilih sama sekali?

Hidup adalah ketidakpastian yang pasti, dan kita, harus tetap memilih, bagaimanapun, tawaran pilihan akan selalu datang… silakan berencana.. tapi tuhan, yang akan selalu menentukan.

Advertisements

Kaliurang

Rasanya sudah lama sekali tidak menulis hal-hal kecil yang terjadi di keseharian, mungkin karena saya lebih banyak menulis mengenai perasaan. Terdengar melankolis..

Ntah, tapi saya memang senang sekali menuliskan tentang perasaan, yang kadang memang terlalu pribadi. Tapi apalagi cara yang baik untuk mengurangi perasaan yang tidak menyenangkan, ketika tidak ada orang yang bisa diajak bercerita? Tapi sudahlah,,,

Jadi bagaimana akhirnya pekannya? Akhir pekan saya ada di sini


Di bawah kaki Gunung Merapi, eh gak di bawah banget sih, mungkin di jempolnya.. atau mungkin ujung kuku? Hemm.. Saya tidak tahu jarak tepatnya sih, tapi Merapi begitu terlihat jelas dari sini. Suasana sepi terasa sekali, rasanya sudah lama gak ngerasain suasana kayak gitu. Menikmati suasana tanpa adanya ingatan, atau kenangan sekali-sekali memang perlu, agar yang dinikmati bener-bener suasananya, udaranya, jalan-jalan yang lurus dan sepi, atau mungkin penduduk asli sana yang kebetulan melintas dan sesekali menyapa..

Baiklah tulisannya akhirnya diterbitkan saja, walaupun ini udah mau weekend lagi,,,

Tulisan ini kayak wawancara pemenang lomba puisi, BASI! MADINGNYA UDAH MAU TERBIT!