Mari Mendongeng

28 November 2015. Sekumpulan orang yang menyatakan dirinya sebagai seniman, mengusulkan bahwa tanggal 28 November dijadikan hari mendongeng nasional, dan di hari yang sama, pemerintah resmi mencanangkan 28 November sebagai Hari Mendongeng Nasional. Kenapa 28 November? Bukan 4 Maret yang dipilih? Ternyata tanggal itu (28 November. red) adalah hari lahir Pak Suryadi alias Pak Raden a.k.a pencipta si Unyil.

Mendongeng, untuk saya kata itu terdengar ganjil, saya lebih suka istilah bercerita, tapi untuk hal ini mendongeng lebih pas, karena mendongeng kira-kira memiliki arti menceritakan sebuah cerita khayalan, yang biasanya diceritakan kepada anak-anak, sedangkan bercerita lebih memiliki makna lebih luas.

Saya adalah orang yang tumbuh bersama dongeng. Mendengar atau membaca cerita tentang kancil, tentang raja, atau tentang orang-orang jaman dulu sudah menjadi hobi. Sampai sekarang beberapa cerita masih saya ingat, beberapa cerita masih saya ingat dengan lengkap, tapi ada cerita yang hanya ingat sebagian.

Salah satu cerita yang saya ingat sebagian adalah cerita tentang saudagar yang mempunyai kemampuan untuk mendengar percakapan dari binatang peliharaannya. Cerita ini saya baca dari buku kumpulan cerpen anak, waktu kelas 4 atau 5 SD, malah sebetulnya saya hanya lupa ujungnya.. Dan sampai sekarang saya belum ingat bagaimana ujung cerita ini.

Baiklah saya akan menceritakan ini, mudah-mudahan ada yang baca dan pernah tahu cerita ini.

Di sebuah tempat yang jauh, hiduplah saudagar beserta istrinya. Dia mempunyai seekor kuda, untuk menggangkut barang dagangannya, dan seekor kerbau untuk membajak sawahnya. Saudagar adalah orang yang mempunyai kemampuan khusus, yaitu kemampuan untuk mengerti bahasa binatan.
Suatu hari ketika sedang bersantai di depan rumahnya, dia mendengar percakapan peliharaannya, si kuda dan si kerbau.
“Hidupmu enak sekali.” kata si kerbau.
“Memangnya kenapa?” kata si kuda.
“Kamu kerja, hanya jika dibutuhkan, sedangkan aku harus bekerja setiap hari, dari pagi sampai siang.” keluh kerbau.
“Kalau begitu, kamu minta cuti saja.” saran si kuda.
“Kamu pikir, aku ini pekerja kantoran, minta cuti. Kemaren saja waktu aku galau karena diputusin pacarku, aku tetap disuruh kerja, malah dicambuk lebih keras, karena kerjanya malas-malasan.” curhat si kerbau.
Si kuda tertawa mendengar curhatan si kerbau, karena dia tahu, wanita yang membuat si kerbau galau, adalah pacarnya yang sekarang. Sungguh terlalu….
“Bagaimana, jika besok kamu menolak untuk bekerja, agar kamu bisa beristirahat.” kata kuda. Si kerbau berpikir itu ide yang bagus, dia akan mengikuti saran si kuda. Sedangkan Saudagar hanya tersenyum saja.
Keesokan harinya, seperti biasa, pegawai si saudagar menyiapkan si kerbau untuk membajak sawah, tapi hari itu si kerbau terus memberontak, tidak mau bekerja. Karena kewalahan si pegawai mengadu ke saudagar, dia bilang, si kerbau terus memberontak dan tidak mau bekerja. “Ya sudah, biarkan saja si kerbau, kamu siapkan si kuda untuk membajak sawah hari ini.” perintah Saudagar. Akhirnya pada hari itu, si Kuda merasakan pekerjaan si Kerbau, dia merasa sangat lelah, dan tidak ingin melakukan pekerjaan itu lagi, lalu si Kuda berkata kepada si Kerbau, “Hai kerbau, tadi aku dengar Saudagar akan menyembelihmu, jika besok engkau tetap tidak ingin bekerja, sebaiknya engkau jangan menolak lagi.”, “Begitukah, Kuda? Baiklah mulai besok aku akan bekerja lagi.” jawab si Kerbau. Dan seperti biasa Saudagar itu hanya tersenyum.
Walaupun Saudagar bisa mengerti bahasa binatang, Dia tidak pernah menceritakannya kepada siapapun, karena jika Dia menceritakan apa yang dikatakan oleh para binatang, Dia akan mati.

Pada suatu hari, ketika sedang asik mendengarkan percakapan peliharaan, istrinya bertanya kepada Saudagar.
“Hai suamiku, engkau bisa mengerti bahasa binatang, bisakah engkau memberitahuku, apa yang mereka bicarakan?”, Si Saudagar kaget, Dia berusaha untuk menolak permintaan Istrinya, dan menjelaskan akibatnya, jika Dia menceritakan percakapan para binatang, tetapi Istrinya tetap memaksa. “Baiklah istriku, Aku akan memberitahumu, tapi izinkan Aku untuk berdoa terlebih dahulu” minta Si Saudagar
……………………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………..

Dari situ saya lupa bagaimana kelanjutannya. Saya heran, kenapa saya melupakan bagian akhir dari cerita itu, sampai sekarang tidak bisa ingat bagaimana akhirnya. Saya tidak berusaha menebak, karena tidak ingin. Saya ingin versi aslinya. Mungkin jika ada yang tahu, tolong beritahu saya, itu sangat menyenangkan. Terima kasih, selamat mendongeng.

Advertisements

#AkuDanKamu

Pada akhirnya, kita mencapai dimana perasaan kita tidak lagi meledak-ledak, lebih tenang, terasa hambar kadang.

Tak ada cumbu rayu, hanya diam membisu. Ini tidak seperti dulu.

Tapi aku masih mencintaimu, sama seperti aku melihat indah matamu

 

# dibuang sayang # Timehop 4 tahun lalu

Nyawa Kita Ada di RS

Tadi pagi ada keributan di daerah rumah, ternyata ada seorang tetangga yang meninggal. Semua orang pasti meninggal, tapi caranya itu yang biasanya jadi cerita.

Dengar cerita, Almarhum mengalami kecelakaan saat memperbaiki genting rumahnya, jatuh, dan kepalanya terbentur. Saat dibawa ke rumah sakit yang pertama, tidak mendapat penanganan apapun, dengan alasan yang bermacam-macam, akhirnya dibawa ke rumah sakit yang kedua. Katanya disana diperlakukan sama, “tidak diurus”. Padahal rumah sakit yang kedua ini, rumah sakit yang baru dibangun, harusnya mempunyai fasilitas lebih lengkap, lebih baru. Karena bangunan rumah sakit yang kedua ini sampai bertingkat-tingkat, tapi tidak bisa melakukan apapun untuk menolong seorang pasien. Akhirnya dibawa ke rumah sakit yang ketiga, disini baru dapat penanganan, sempat sadar beberapa saat lalu akhirnya meninggal.

Saya terlalu membayangkan itu terjadi pada saya atau keluarga, bagaimana bisa sebuah rumah sakit tidak memberikan pertolongan pertama pada korban, walaupun pada akhirnya tidak sanggup, dan memberikan rujukan ke RS lain. Bukan hanya satu rumah sakit, tapi dua rumah sakit, memperlakukan sama.

Apa yang terjadi dalam kejadian ini membuat saya berpikir, seandainya memang benar sebuah RS tidak bisa membantu sampai membiarkan pasien menunggu karena ketidaksiapan alat kesehatan, brati ada masalah dengan sapapun yang bertanggung jawab untuk menyediakan alat itu, apa karena letak RS yang berada di daerah pinggiran, jadi alatnya pun seadanya? Atau bagaimana?

Atau jangan-jangan karena pasien dari golongan menengah bawah? Jadi RS menolak untuk memberikan pertolongan? Kejadian ini rasanya sudah sering didengar, bahkan pemerintah bilang akan menindak tegas RS yang berlaku seperti itu.

Selama ada alasan, ntah itu masuk akal ataupun tidak, rasanya kita sulit untuk atas tindakan yang seperti itu. Lalu jika fasilitas penjamin kesehatan saja bisa berlaku seperti itu, dengan sapa lagi kita bisa percaya kalau kesehatan kita dijamin, walaupun keadaan ekonomi kita termasuk golongan menengah ke bawah? Apa perlu kita kembali ke jaman perdukunan untuk menyembuhkan penyakit karena, dibawa ke RSpun belum tentu ditolong?

Mungkin nanti ada yang mau jawab pertanyaan ini. Yang sudah selesai jawab, kumpulkan di meja guru, dan silahkan pulang.

Mengemudi

Jumlah kendaraan yang berseliweran di Indonesia ini banyak banget, tercatat lebih dari 100.000 juta pada tahun 2013, dan terus bertambah sekitar 12 sampai 13 persen pertahun, jadi kalau mau tahu berapa perkiraan jumlah kendaraan di tahun 2015, tinggal hitung aja sendiri, kalau gak, coba kamu tanya sama bapak atau ibu guru matematik kamu, sekalian ngetes apakah bapak atau ibu guru anda benar-benar pintar. :mrgreen:

Dengan jumlah kendaraan yang banyak itu, artinya banyak juga jumlah pengemudi yang ada di jalanan. Mulai dari dewa mengemudi kayak om om supir bis AKAP, sampai supir anak bawang yang kalau mindahin gigi aja masih suka mati mesin. Dari yang supir legal sampai supir tembak. Dari yang rapi (nyetirnya) sampai sok-sok-an ngebut tapi parkir aja masih suka miring.. Ini jenis supir yang layak masuk akun twitter @parkirlubangsat.

Dari pertama kali belajar nyetir waktu kelas 6 SD… Iya betul, kelas 6 SD, dan level mengemudi anak bawang, yang mindahin gigi aja masih suka mati mesin, sampai sekarang udah agak jago, walaupun gak sejago om om supir bus AKAP, suka mikir apa sih esensi dan filosofi dari mengemudi ini? Ternyata esensi dari mengemudi adalah menyetir kendaraan… Ya itu pokoknya.. Kalian penumpang gakan ngerti filosofi itu, jadi gak usah dipikirkan, nanti kalian sakit.
Tapi ini agak serius. Jadi supir itu tanggung jawabnya gede, bukan hanya harus bisa gas, rem, belok kanan belok kiri, dan parkir lurus.. Tentu sajah.. Tapi juga ada beberapa hal yang sebaiknya anda sadari sebagai supir.

Seenggaknya ada 5 tanggung jawab yang harus dimiliki oleh supir.

Pertama, tanggung jawab sama diri sendiri. Iya dong, kita kan nyetir bawa diri, jadi kita bertanggung jawab sama keselamatan dan kenyaman diri sendiri. Bukan hanya dari sisi fisik, tapi juga pikiran, kadang ketika kita nyetir suka ada aja yang mancing emosi, tapi supir yang bertanggung jawab akan tetap tenang, atau juga berusaha menahan ego, ketika jalan kosong, pasti muncul nginjak gas dalam-dalam sampai kecepatan mobil kenceng banget, kalau bisa sih sampai terbang nyampe tujuan dalam kesejap, tapi itu tidak baik, karena membahayakan diri sendiri. Ingat keselamatan adalah yang utama karena keluarga, pacar, gebetan, selingkuhan, ttmam, htsan menunggu anda di rumah, kecuali anda yang jomblo, ingatlah galon dan guling yang setia anda peluk setiap akhir minggu, juga menunggu anda di rumah.

Kedua, tanggung jawab terhadap penumpang. Kita nyetir kadang gak sendirian, kadang ada Kakek, Nenek, Ayah, Ibu, Kakak, Adik, Pacar, atau Galon yang biasa anda peluk, numpang di kendaraan anda. Mereka adalah tanggung jawab anda. Mereka memercayakan keselamatan dan kenyamanan kepada anda, apakah anda tega membuat mereka merasa naik roller coster? Lebih baik anda kirim mereka ke dupan daripada dibawa kebut-kebutan gak jelas, itu bahaya sekali. Ingat mereka itu orang, bukan karung beras yang tak bernyawa.

Ketiga, tanggung jawab terhadap sesama pengguna jalan. Ini udah pasti karena jalanan bukan punya nenek moyang anda, jadi anda harus berbagi jalanan, tidak perlu mengemudi zig zag, sambil kebut sana kebut sini, sampai bikin pengemudi lain marah, dan bisa jadi malah terjadi kecelakaan. Ada pepatah sunda mengatakan. Imah maneh mah moal kamamana, iwal imahna digusur. Itu artinya kira-kira… Rumah kamu gakan kemana-mana, kecuali rumah yang kena gusuran.. Jadi santai sajalah.

Keempat, tanggung jawab terhadap kendaraan. Iya kendaraan juga bagian dari tanggung jawab pengemudi, jadi perlakukan mereka dengan sewajarnya. Kebanyakan mobil yang ada di Indonesia ini, di desain hanya untuk dipakai sehari-sehari di jalanan biasa, bukan untuk balap. Semakin anda memacu kendaraan, semakin besar beban yang diterima oleh komponen kendaraan anda, itu artinya komponen kendaraan anda akan cepet aus. Komponen yang telah aus, akan membuat kinerja mobil anda memburuk, dan anda harus mengeluarkan uang untuk memperbaikinya. Jika harus berkecepatan tinggi, usahakan sehalus dan setenang mungkin. Perlakukan kendaraan anda seperti wanita, jika anda mengerti dia, dia akan mengerti anda… Yang jomblo pasti gakan ngerti.. Ya udah peluk galon aja sanah..

Kelima, ini biasanya dilupakan oleh hampir semua pengemudi.. Seperti gebetan yang kayaknya udah nyaman banget, taunya jadian sama orang lain, dan anda ditinggal begitu saja, sambil nangis bombai. Tanggung jawab itu adalah terhadap jalan itu sendiri. Tahukan anda jalan mempunyai kelasnya sendiri? Setiap kelas mempunyai batas tonase untuk dilalui. Ini biasanya untuk truk-trus besar gitu, karena gak semua jalan bisa dilewati. Makanya truk kayak gini gak boleh kelebihan beban, bisa ngerusak jalan.

Gitu lah kira-kira kengacoan serius ini. Kita lanjutkan kapan-kapan.

Berdongeng

Jauh sebelum stasiun tipi nasional Indonesia menyiarkan acara animasi tentang anak kembar dan teman-temannya dari negeri seberang, Indonesia lebih dulu punya cerita anak seperti itu. Si Unyil nama ceritanya. Karakter yang ada dalam cerita Si Unyil, mereferentasikan keadaan Indonesia yang terdiri dari berbagai suka bangsa, dan agama. Drs. Suyadi, orang dibalik cerita Si Unyil dikabarkan meninggal tanggal 30 Oktober 2015. Saya memang tidak terlalu mengenal Si Unyil, yang saya tau si Unyil adalah anak SD, seperti anak-anak pada jamannya, suka bermain, dan kadang mencuri jambu dari pekarangan Pak Raden. Jaman sekarang Si Unyil bukan lagi cerita dongeng, melainnya pembawa acara yang lebih suka duduk depan laptopnya dan kadang jadi turis lokal.

Nasib cerita si Unyil memang sudah “kalah” sejak lama dari cerita-cerita import Jepang, sama buruknya dengan cerita seangkatannya si Komo, ciptaan Kak Seto yang ntah bagaimana, masih terlihat awet muda. Cerita Si Unyil dihentikan penayangannya tahun 1993, sedangkan Si Komo, saya bahkan gatau kapan terakhir ditayangkan. Setelah itu, rasanya tidak ada lagi dongeng untuk anak-anak yang asli dari orang Indonesia. Tampaknya kita lebih suka barang import, kalaupun ada, biasanya ceritanya terlalu dibuat-buat, dan terasa berlebihan.

Sudah sejak lama saya menjadi penggemar dongeng. Banyak sekali dongeng yang saya dengar atau baca. Beberapa malah masih nempel di kepala – mungkin kalau ada yang mau dengar, nanti saya ceritakan. Bahkan Alm Drs Suyadi atau Pak Raden, lebih saya kenal sebagai pendongeng, dengan dandan khas ningrat jawa, kumis tebal, dan suara seraknya itu. Dongeng pak Raden biasanya saya temukan kalau saya bolos mengaji. Dongeng adalah masalah imajinasi. Membiarkan hal-hal diluar logika terjadi. Saya tidak bisa membayangkan jika tidak ada dongeng di dunia ini. Mungkin semua akan terlihat lurus, dan teratur, bisa jadi membosankan.

Saya tidak tahu apakah 5 atau 10 tahun lagi, kata dongeng masih bisa dengar, atau malah hilang karena tidak lagi masuk logika berpikir dan jauh berbeda dengan keadaan jaman.