Bulan Ini Lima Tahun Yang Lalu

Kemarin tiba-tiba ingat, kalau 5 tahun lalu tepat di bulan ini, saya menghadapi peristiwa yang sakral bagi seorang mahasiswa. Bulan ini tahun 2010 yang lalu saya melaksanakan sidang skripsi. Karena lupa tepatnya tanggal berapa akhirnya saya ngubek-ngubek email yang sudah tidak terpakai, dan akhirnya menemukan jadwalnya, 24 Juli 2010 itulah tanggal sidang saya.

Saya ingat saya sidang sore hari dijadwalkan jam 2 sore, baru mulai jam 4 padahal saya sudah datang dari jam 8, itu juga karena ketentuannya seperti itu. Tidak ada yang spesial dalam sidang dulu, saya bahkan memakai slide yang sama dengan slide untuk seminar hanya ditambahkan sedikit, sempat disindir oleh dosen penguji “Kamu mau sidang apa seminar?”, itu karena saya lupa mengganti judul header slide persentasi. Sidang berjalan biasa saja, hampir tak ada tanya jawab, yang ada saya hanya menjelaskan fungsi-fungsi yang dibuat, mungkin karena dosen sudah terlalu capek atau ingin cepat pulang jadi tidak ada tanya jawab tentang apa yang saya buat, bahkan ada satu bagian dalam sidang yaitu tes kemampuan coding yang tidak dilakukan oleh dosen penguji. Akhirnya sidang saya seperti persentasi ke klien dengan beberapa catatan yang harus diperbaiki. Satu setengah jam lamanya saya persentasi di luar sudah mulai gelap, ketika keluar ruangan, keadaan kampus sudah sepi, gelap hanya 1 ruangan yang masih terang, ruangan seketriat jurusan, saya keluar sendirian, tak ada foto-foto, tak ada ucapan selamat, hanya saya sendirian, tapi ada rasa puas dengan apa yang sudah dilakukan.

Cerita ini selalu saya ingat, sebagai mahasiswa dengan kemampuan rata-rata, kadang saya berpikir saya mungkin akan sulit untuk lulus. Sebuah momen yang membuat saya seperti ini, bekerja di bidang ini, tidak terasa sudah 5 tahun saya bekerja di bidang yang saya jalani. Waktu skripsi pola hidup saya seperti ini. Jam stgh 7 saya sudah berangkat ke kampus, untuk liat apa dosbing saya bisa ditemui atau tidak, dosbing saya emang unik, dia bisa ditemui tiap hari, jadi kalau mau bimbingan tiap hari ya silahkan walaupun pada akhirnya dimarah-marahi karena selalu tidak memenuhi “harapan” bliyo, semakin mendekati waktu seminar atau sidang saya (dipaksa) bimbingan tiap hari, agar lembar persetujuannya ditanda-tangani. Setelah selesai urusan di kampus, saya sampai rumah sekitar magrib, lalu jam 7 atau jam 8 malam melanjutkan skripsi, sampai jam 10, biasanya jam 10 saya sudah mengantuk, saya tidur sebentar sampai 12, saya tidur depan komputer, agar tidak kebablasan, dari jam 12 saya kerja sampai jam 3, setelah itu tidur sampai 5 lalu siap-siap berangkat ke kampus paginya, itu saya lakukan selama 3 bulan, bahkan di hari liburpun saya pakai untuk mengerjakan skripsi. Mengerjakan skripsi bukan hal yang mudah, untuk saya yang mempunyai kemampuan biasa-biasa saja itu seperti menaiki gunung everest, ada kalanya saya harus mencoba sampai ratusan kali dan gagal, sampai akhirnya berhasil untuk selesai.

Skripsi untuk saya sudah menjadi pelajaran hidup, ada satu hal yang selalu saya ingat dari skripsi, tidak peduli berapa kali gagal, puluhan, ratusan, bahkan ribuan kali, kita hanya perlu SATU… SATU kali percobaan dan berhasil untuk menyelesaikan pekerjaan dan lebih baik ratusan kali gagal karena mencoba daripada satu gagal karena diam.

Selamat Berpuasa :mrgreen:

Kenikmatan Itu Bernama Skripsi

Ngyhahahahahahahah sebenernya dari tadi bingung mau nulis ada untuk hari kedua ini, ceritanya lagi ikutan apa lah itu hesteg2 ditwitter #JulyNgeblog, oke cerita detik ini lagi agak males bikin #kode tapi yang di #kode-in ga pernah ngeh :mrgreen:

Skripsi, yeaaaahhh ide ini sebenernya muncul gitu aja, pas liat TL terus ada yang ngetwit tentang cobaan skripsi heuheuhe 😆

Sebenernya saya udah lama nyelesaiin tugas laknat itu, eh ga lama-lama amat sih 😀 bayangin aja, kita punya energi semua disalurkan cuma untuk 1 tugas, ngerjain skripsi, betapa tidak efisiennya hidup pada masa itu. 😀

Tapi dibalik kekampretan, kelaknatan skripsi pada masa itu, ternya itu berguna banget untuk kehidupan saya sekarang ini, bukan hanya untuk latihan membuat aplikasi dan dokumennya. Oia agak lompat bentar, mau cerita gimana kampretnya skripsi yang saya kerjain 😀 jadi skripsi saya itu dibuat 2 bagian, yang pertama aplikasi, yang kedua dokumentasi, secara teknis, dokumentasi merupakan dokumen teknis dari aplikasi.. errrrr… apa tadi? ahh ya pokoknya gitu we lah yah.. 😀 nah kebayang ga sih, bikin 1 produk yang harus jadi dalam 3 bulan, sebetulnya untuk seorang profesional, waktu itu cukup banget, 1 bulan untuk dokumentasi, 2 bulan untuk pembuatan aplikasi, tapi karena dikerjakan oleh seorang mahasiswa tingkat akhir yang pengalamannya ga seberapa karena kebanyakan main, itu jadi semacam tugas horor tingkat setan di neraka, dan seperti mahasiswa normal yang biasanya punya pembimbing

===================================================================

Sial sebenernya tulisan ini udah selesai, pas mau ngepublish webnya down, ga bisa diakses.. ngehe banget… ternyata cuma kesimpen segini,, ya lumayan

oke lanjut ampe mana tadi? ohh iyah… jadi seperti mahasiswa normal yang punya pembimbing rese 😀  skripsi itu jadi seperti…. tugas horor tingkat setan di neraka dikali dua!!! Lebih horor daripada yang horor pokoknya 😀

Tapi dibalik ke hororan itu ternyata itu jadi semacam latihan untuk menghadapi dunia luar, bener deh, kadang saya nemu klien yang mirip banget ma pembimbing saya dulu, rese, banyak minta, tapi berkat latihan mental yang ditempa dengan sadis oleh pembimbing dulu… 😀

 

Oke saya berani sumpah, sebenernya endingnya ini lebih keren tadi, cuma karena down jadi gagal ke save… ya maklum lah yah..