Bosan

Hampir setahun saya kerja di tempat yang sama, dan rasanya saya mulai bosan, padahal tempatnya cukup nyaman, dengan pemandangan yang bagus di setiap harinya..

Cozy
Cozy

Diam di tempat yang sama setiap hari, selama beberapa bulan atau tahun adalah neraka untuk saya, padahal pekerjaan saya diem depan komputer berjam-jam, kalau gak, pekerjaan tidak akan pernah selesai.

Bosan.. mungkin gakan ada orang yang memakai itu sebagai alasan untuk keluar dari sebuah perusahaan, tapi saya memakai itu sebagai alasan, alasan yang aneh, tapi saya gak bisa ngarang-ngarang, jadi waktu saya minta keluar, saya bilang.. saya bosan diem di kantor.. haha.. itu aneh banget..

Tapi saya tidak akan keluar dari perusahaan yang sekarang, karena perusahaan sekarang tidak punya kantor sebenernya, jadi cukup menyenangkan bisa memilih tempat untuk bekerja, jadi mungkin untuk beberapa hari saya bekerja dari rumah, sambil nonton nat geo..

Cerita Sehari-hari

Bandung hujan tadi subuh, menyisakan gerimis, dan hembusan udara dingin. Kondisi seperti ini seharusnya menjadi kondisi sempurna untuk memulai aktifitas. Kondisi mana lagi yang lebih sempurna dari suasana gerimis kota, yang dilihat dari lantai 4 sebuah dataran tinggi? Tapi hidup kadang tidak sempurna, seperti sistem yang tiba-tiba ngadat, tidak ingin dipakai. Data hasil pekerjaan 1 bulan yang belum sempat “diselamatkan” pun akhirnya harus hilang. Menyenangkan? Tentu saja!

Beberapa hari ini disibukan dengan server yang selalu down. Membuat rasa rindu client yang terus menerus menghubungi saya. Client yang ini ternyata bukan main-main. Sebuah toko fashion online yang ternyata sudah mempuntai ribuan pelanggan di sosial media, lalu memindahkan sistemnya ke sebuah web commerce. Pelanggan yang sepertinya tergila-gila dengan produk fashionnya, seperti tidak berhenti mengakses lapak online tersebut. Membuat server seperti dipukul-pukul oleh petinju kelas berat… pingsan, dibangungkan, pingsan lagi.. dibangunkan lagi.. gitu aja terus sampai jomblo kota Bandung jadi pengantin.

Dan sekarang, saya duduk di sebuah resto kapitalis yang menggurita, menunggu “pelanggan” lain, sambil menikmati senja kota Bandung, dan keindahan lainnya. pelanggan yang sudah bekerja sama selama 3 tahun. Pelanggan yang selalu menghubungi ketika mereka punya masalah. Lelah kadang.. tapi selama bisa dinikmati kenapa tidak.

Pekerjaannya apa, Kak?

Pekerjaan, apa itu pekerjaan? Menurut definisi yang saya karang sendiri, pekerjaan adalah aktifitas yang kita lakukan yang bertujuan untuk mendapatkan uang. kalau begitu mencuri, menjambret, nodong, mencopet, dan yang sejenisnya, termasuk pekerjaan juga? Iya.. bisa jadi.. terserah kamu aja lah.

Bekerja adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh orang-orang yang sudah tidak mempunyai kegiatan, misalnya sarjana, iya, orang yang sudah lulus kuliah itu harus bekerja, bukan karena dia sudah menyandang gelar kesarjanaan, tapi karena dia sudah gak punya kegiatan, kan kuliahnya udah beres, mau masuk kuliah juga dosen udah gak mau ngajar dia, makanya para sarjana ini dituntut untuk bekerja, biar ada kegiatan.. dan juga seenggaknya bisa memperbaiki gizi setelah kurang lebih 4 tahun malnutrisi.

Satu pertanyaan tentang pekerjaan, pekerjaan terbaik itu seperti apa sih? Kalau menurut Joko Anwar, dalam filmnya Janji Joni. – Ada yang belum pernah nonton film ini? – Pekerjaan terbaik adalah pekerjaan yang bikin kamu menikmati ketika kamu mengerjakannya. Mungkin saya harus tambahkan selain membuat kamu menikmatinya juga bikin kamu berkembang. Untuk menikmati pekerjaan, kamu harus menyukai pekerjaanmu dulu, tapi untuk menemukan pekerjaan yang disukai emang gak mudah, steve jobs pernah bilang, sebagian besar waktu kamu, akan digunakan untuk bekerja, dan kamu harus percaya kamu melakukan sesuatu yang hebat, dan untuk melakukan sesuatu yang hebat, kamu harus mencintai pekerjaan yang kamu lakuin, jika kamu belum menemukan pekerjaan yang kamu cintai, jangan diam, terus cari, sampai hati kamu bilang, kamu mencintai pekerjaan itu.

Sebagian dari kita mungkin sudah berubah jadi zombie, pergi pagi, pulang sore, dari hari Senin sampai Jumat, melakukan sesuatu yang itu-itu saja, selama bertahun-tahun. Jika apa yang dibilang einstein benar, bahwa setiap orang adalah jenius, seharusnya semua orang bisa melakukan sesuatu yang hebat, minimal untuk diri sendiri, sesuatu yang dilakukan sungguh-sungguh, bagaimanapun hasilnya, bagaimanapun pandangan orang yang tentang hasil pekerjaannya, rasanya kita tidak perlu berkompetisi dengan orang lain, kita hanya perlu berkompetisi dengan diri sendiri, lakukan sesuatu yang lebih baik disetiap harinya, bukan begitu?? Bukaaaaannnnn….  Hanya saja sebagian orang itu tidak berani untuk berubah, tidak berani untuk keluar dari zona aman, dengan berbagai alasan, akhirnya hanya melakukan itu-itu saja.

Saya tidak sedang menasehati, hanya saja beberapa bulan belakangan rasa melihat ada seseorang yang seharusnya dia gada di tempat sekarang, seharusnya dia didorong untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. itu saja..