Setelah Sekian Lama

“Wow…”

“Wow, apa?”

“Wow.. Akhirnya, kenihilan kita benar-benar terjadi. Rasanya apa yang aku bayangkan selama beberapa tahun kebelakang ini benar-benar terjadi.”

“Membayangkan apa?”

“Kenihilan kita, ketidakberadaaan kita, kita akhirnya benar-benar tidak ada, tidak eksis di dunia ini. Kadang aku mikir, jangan-jangan, semesta memberikan keadilan dengan cara memberikan ketidaksempurnaan kepada setiap orang.”

“Setelah sekian lama, kamu makin gak jelas tahu gak, sok filosofis.”

“Haha.. Setelah sekian lama, rasanya yang tidak berubah dari diriku adalah pertanyaan, kenapa kita pertemukan dengan orang yang membuat kita jatuh cinta, lalu dipisahkan dengan tragis?”

“Tapi kan, semua orang akan berpisah dengan orang yang dicintainya, hanya masalah waktu aja.”

“Iya, menurutku, ada tiga jenis perpisahan di dunia ini, yang pertama, perpisahan romantis, yaitu perpisahan karena takdir… kematian maksudnya. Jenis perpisahan yang memang begitu seharusnya, natural. Yang kedua, adalah perpisahan tragis-romantis, ini jenis perpisahan yang disepakati oleh dua orang yang pernah bersatu, perpisahan murni tanpa pengaruh lingkungan luar. Yang ketiga, adalah perpisahan tragis, perpisahan yang kadang tidak dimengerti oleh keduanya, perpisahan yang dipaksakan karena tekanan dari lingkungan luar.”

“Kamu masih mikirin perpisahan ini ya?”

“Kehilangan seseorang yang membuatku terlibat dengan perasaan yang begitu dalam, dan terobesesi dengannya, membuatku susah sekali untuk lupa. Sampai titik dimana aku berusaha untuk menerima kalau itu adalah bagian dari hidupku, dan yah.. kadang ingatan itu muncul, sampai sekarang.”

“Aku gak tahu sih, apa yang aku bilang ke kamu.”

“Kamu tahu gak sih? Di titik ini, aku pikir satu-satunya kabar yang akan terdengar setelah sekian lama, adalah kabar kematian salah satu dari kita, ntah siapa yang akan mendengar kabar siapa, itu masih menjadi misteri.”

“Kenapa begitu?”

“Beberapa bulan kemarin, aku mendengar kabar kematian teman-temanku dulu, setelah terakhir bertemu, berpisah, lalu kabar terakhir yang terdengar adalah kabar kematian. Jadi aku pikir, nasib kita juga akan sama. Kita tidak akan pernah lagi berkabar, kamu tidak akan lagi menyapaku, begitu juga dengan ku, sapaan-sapaan kita yang dulu terasa begitu hangat, rasanya tidak akan lagi kita rasakan, sampai satu saat nanti, salah satu dari kita mendengar kabar itu dari teman yang dari dulu kita kenal, ntah dari siapa, aku juga gak tahu.”

“Kayaknya kamu mulai gila.”

“Hehe.. Yah, aku berusaha untuk meninggalkan tempat itu, aku mulai berusaha untuk meninggalkanmu, menjauh, mencari tempat lain, dan itu rasanya sulit sekali, semakin aku jauh, rasanya kewarasanku makin berkurang, sampai rasanya aku tidak yakin dengan apa yang aku rasakan.”

“Kenapa tidak kamu saja yang menyapaku?”

“Karena aku tahu kamu, kayaknya, kamu tidak akan pernah lagi, membalas pesan-pesanku, lagian…. untuk apa juga? Kenapa aku harus tahu kabar kamu?”

“Yaa.. agar apa yang kamu pikirkan tentang kabar terakhir itu, tidak terjadi.”

“Hehe.. lagian yah, seadainya kamu membalas pesanku, perubahan kita tuh akan makin terasa, kita sudah terlalu jauh, sudah terlalu lama, rasanya kita bukan kita yang dulu lagi, dan jujur aku takut sih, ingatanku tentang kamu tuh, akan selalu manis, selalu tentang kita yang terasa sempurna, kalau aku benar-benar merasakan perubahan itu, rasanya akan lebih sedih, aku gatau bagaimana aku harus berhadapan dengan kamu yang sudah berbeda. Jadi.. ya sudahlah, biarkan saja seperti ini, dan biarkan apa yang aku pikirkan terjadi. Ditinggal kamu saja, rasanya sudah sulit sekali, banyak energi yang aku keluarkan untuk tetap bisa berdiri, dan kalau harus menghadapi kamu yang sudah berubah, rasanya aku terlalu lelah untuk itu. Aku gak sanggup.”

“Kabarku baik-baik saja…”

“Yah, aku tahu…”

Komenin Atuh

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.