Day 5: My Parents

Saya berasal dari keluarga guru. Sebetulnya cuma itu saya yang guru, tapi belakang ayah saya juga ikutan menjadi guru.

Ibu sudah menjadi guru sejak lama, dulu beliau kuliah di IKIP Bandung, jurusan bahasa indonesia, program D1 kalau tidak salah, setelah diangkat sebagai PNS dan ditempatkan di sekolah yang… sangat jauh.. Ibu ditempatkan di sekolah yang berada di kaki gunung, sekolahnya di kelilingi kebun teh. Jarak dari rumah ke sekolah ibu, kurang lebih 13 kilometer, untuk ukuran sebuah tempat pedesaan yang kehidupannya hanya sampai sore, jarak itu sangat jauh, tapi ntah bagaimana ibu bisa bertahan bertahun-tahun mengajar di sana. Ibu mendapat kesempatan untuk melanjutkan kuliahnya di tempat yang sama. Itu artinya ibu harus bulak balik ke Bandung untuk melanjutkan studinya, dan tetap mengajar di tempat yang jauh, tapi berhasil lulus dengan hasil yang memuaskan. Asal tahu aja yah, IPK ibu jauh lebih bagus dari pada IPKku waktu kuliah dulu, padahal aku cuma mahasiswa tanpa pekerjaan.

Lain ibu, lain ayah. Ayah memulai karir jadi mantri sapi, semacam perawat tapi untuk hewan, khususnya sapi. Dulu kami memang tinggal di daerah yang banyak peternakan sapi, dimana ternak sapi adalah salah satu mata pencaharian penduduk di sana. Saya tidak pernah ingat bagaimana ayah bekerja sebagai mantri sapi, yang saya ingat ayah saya bekerja di sebuah koperasi untuk para peternak di daerah Bandung Selatan. Di sana pertama kalinya saya mengenal komputer, mengenal apa itu CPU, monitor, dan juga disket. Saya cukup sering main ke kantor ayah untuk bermain dengan komputer, karena dekat dengan sekolah waktu masih SD. Setelah bekerja di koperasi itu, ayah pindah pekerjaan, beliau mengelola pabrik tekstil di daerah Bandung, sebuah lompatan karir yang aneh, bukan? Saya sendiri tidak berani melompat sejauh itu untuk pekerjaan. Setelah pabrik yang dikelolanya tutup, sekarang ayah menjadi seorang guru, sama kayak ibu..

Keluarga saya bukan keluarga yang luar biasa, tapi mereka berdua adalah orang di balik seorang Dikdik yang sekarang. Mungkin tanpa mereka aku tidak akan pernah menjadi apa-apa.

Komenin Atuh

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.