Day 3: A Memory

Saya tidak punya banyak ingatan tentang masa-masa TK. Rasanya di masa itu, ingatan saya hampir tidak ada, saya tidak ingat siapa yang menjadi teman, siapa gurunya, apa saja yang saya lakukan di masa itu, atau warna apa seragam sekolah saya dulu.

Walaupun tidak banyak yang bisa saya ingat, saya mungkin tidak akan lupa bagaimana rasanya waktu pertama kali mencoba ayunan. Waktu itu mungkin masih hari-hari awal saya masih sekolah, saya diajak sodara yang kebetulan masih satu kelas, untuk mencoba ayunan. Biasanya saya tidak begitu berani mencoba hal-hal baru, tapi karena ada sodara, saya memberanikan diri. Dudukan ayunan cukup besar untuk menampung dua anak TK, satu orang duduk, dan satu orang lagi bediri dan bertugas untuk mengatur kecepatan ayunan. Pada awalnya saya tidak merasakan sensasi yang tidak terlalu aneh, tapi lama kelamaan, kecepatan dan tinggi ayunan semakin bertambah, semakin cepat, dan saya merasakan sensasi seperti terbang, karena sodara saya begitu bersemangat membuat ayunan lebih cepat, dan lebih tinggi. Saya merasakan sensasi maju dan naik, hingga pandangan cuma berupa langit, lalu di satu titik, kelajuan itu terhenti, lalu tubuh saya terasa ditarik sampai hanya bisa melihat tanah, dan itu terjadi berulang-ulang, dan saya bisa berteriak-teriak, sambil tertawa. Setelahnya, saya tidak ingat, apa saya masih berani main ayunan, tapi saya akan selalu ingat bagaimana rasanya menukik, dan membumbung untuk pertama kali.

Komenin Atuh

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.