Panutan

Beberapa tahun lalu saya sempat mengikuti sebuah seminar tentang minat dan kemampuan, kebetulan pembicaranya seorang psikolog. Dalam salah satu bagian, Beliau berbicara tentang panutan, atau idola. Menurut Beliau, idola ini turut membentuk karakter, motivasi, dan minat seseorang.

Beberapa hari/minggu lalu, ada seorang yang menjadi viral di media sosial, karena dia mengunggah video kesedihan karena diputuskan pacarnya. Pada awalnya saya tidak terlalu tertarik dengan itu, sampai tadi pagi.

Saya membaca artikel wawancara orang yang jadi viral ini. Dalam wawancara itu dia berbicara tentang banyak hal, salah satunya tentang video dan fotonya yang tidak bermoral, Dia bilang moral adalah urusan manusia dan tuhan. Betulkan jika saya salah, tetapi setau saya moral berhubungan dengan sikap dan perilaku. Mungkin orang ini pengen bilang, “tindakan gue itu urusan gue”. Iya sih apa yang mau dia lakuin ya terserah dia, dan dengan follower yang lebih dari 160ribu orang, mungkin saja dia sudah jadi idola bagi sebagian orang, andai hanya ada 10% dari followernya bener-bener menjadi idola, secara tidak langsung dia akan mempengaruhi 16ribu orang, itu bukan jumlah yang sedikit.

belum lagi dia berbicara tentang pendapatannya yang membuat para kelas pekerja yang pergi pagi pulang sore, sadar kalau mereka cuma jadi budak para kaum kapitalis, dan aktivis MLM yang selalu berbicara pasive income dan bonus kapal pesiarnya, memaki upline mereka karena tidak dua hal tersebut tidak pernah terwujud. Dengan besaran pendapatan seperti itu sudah pasti dia akan menjadi idola, bahkan mungkin menjadi mimpi sebagian penduduk Indonesia.

Kita hidup di Indonesia, yang notabene punya batasan-batasan tentang prilaku seseorang, ada norma sosial yang sudah lama kita anut, dan prilaku orang ini jauh menerobos batasan-batasan itu, hal-hal seperti ini yang ditakutkan malah menjadi contoh untuk yang lain, saya tidak bisa membayangkan jika perilaku sebebas itu masuk ke masyarakat kita, karena hal negatif sering kali lebih mudah untuk diterima, dan dicontoh. Kita tidak mungkin melakukan protes atas apa yang dia lakukan, yang bisa kita lakukan terus berusaha untuk menjadi dewasa, dan dapat membedakan mana yang baik dan buruk. selama kita tahu batasan, rasanya kita tidak perlu takut dengan hal-hal negatif tersebut, bukan?

Tapi mari kita berusaha adil dalam pikiran, walaupun dengan prilaku yang… jauh di luar norma sosial masyarakat Indonesia, ada hal positif yang bisa kita ambil dari Dia, seperti dia berani memilih hidupnya sendiri, dia menemukan apa yang dia suka, dan menjadi… kalau anda termasuk menilai kesuksesan dari materi, bisa dibilang dia sangat sukses, apalagi dengan usianya yang masih belasan, tidak banyak yang bisa seperti itu. Untuk hal positif itu saya salut sama Awkarin ini.

Advertisements

11 thoughts on “Panutan”

  1. Iya, si Karin sekarang emang lagi happening banget, dia anak yg pinter tp kelakuannya udah kebawa2 pergaulan ya, anak sepinter dia harusnya diselamatkan dari pergaulan bukannya malah terjerumus

    Like

Komenin Atuh

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s