Rindu

Sendiri
Rindu tak ubahnya seperti kertas kosong, tak tahu apa yang dirindukan, siapa yang dirindukan, mungkin kerinduan ini hanyalah untuk rasa ingin dirindukan.

Pria
Rindu adalah ketika dia menatapku dalam, dan tersenyum manis. Tidak ada pria lain dalam tatapnya, dan manis senyumnya selalu milikku.

Wanita
Rindu itu ketika tangannya menggenggam erat tanganku, lembut tapi cukup kuat untuk tidak melepasku, sikap yang mengizinkanku menjadi siapa aku sebenarnya, tanpa harus berpura-pura, dan semua yang dia lakukan membuatku merasa spesial.

Mendua
Rindu adalah rasa manis dari dua orang yang berbeda, karena rasanya tidak pernah sama, manis.. manis.. dan akan selalu manis, sampai aku tidak ingin melepaskannya, begitu memabukan, membuat kecanduan, sekaligus menakutkan.

Rindu adalah rasa yang menetes, terkadang meluber. Rasa yang terus berputar-putar di kepala tanpa lelah. Membuat tersenyum dan menangis dalam waktu bersamaan, manis getir datang bersamaan.

Tulisan ini sebetulnya sudah lama di draft, dibiarkan begitu saja, pada akhirnya dicoba untuk diselesaikan.

 

 

Advertisements

16 thoughts on “Rindu”

Komenin Atuh

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s