Penerbangan Pertama

Seharusnya tulisan ini dibuat, sekitar 2 tahun yang lalu. Ya karena pertama kalinya naik pesawat adalah 2 tahun yang lalu, tapi karena.. gatau kenapa, tulisannya gak muncul di kepala, yang mengakibatkan tidak terbitnya tulisan ini. Apa atuh! Ini juga tiba-tiba pengen nulis karena nemu foto-foto lama. Hehe.

Saya jarang sebenernya naik moda transportasi yang namanya pesawat, selain karena mahal, mungkin juga karena.. mahal aja pokoknya :D. Saya baru pakai pesawat 4 kali. Penerbangan pertama saya itu ke Bali, waktu itu dapat tiket promo dari maskapai citylink, lumayan, setengah harga dari harga normal. Dalam bayangan saya, terbang dengan pesawat itu rasanya akan halus, mulus, tenang, dan nyaman apalagi di dalam pesawat ada pramugari-pramugrari yang unyu-unyu kinyis-kinyis yang siap membantu jika ada apa-apa di pesawat, maka perjalanan akan seperti di surga. Tapi kenyataannya tidak seperti itu, jika cuaca benar-benar cerah sebenernya perjalan akan terasa mulus, tapi jika berawan seperti ketika saya berangkat ke Bali, perjalanan menjadi menakutnya :lol:. Untuk seorang yang baru pertama kali naik pesawat saya tidak tahu jika di atas itu, ada yang namanya tubulensi. Turbulensi ada aliran udara yang tidak beraturan, itu menyebabkan pesawat bergetar, semakin tidak beraturan aliran udara, makin kencanglah getarannya, belum lagi suara-suara dari getaran sayap pesawat, yang terdengar seperti benda retak. Sebagai orang yang suka menonton film, semua hal yang saya jelaskan tadi, membuat saya berkhayal tentang apa yang terjadi di Film-film, dan itu membuat saya parno berat, rasanya saya ingin memakai parasut sepanjang perjalanan, dan ketika getaran besar terjadi, Saya langsung lompat dengan parasut, biar selamat, ceritanya. :mrgreen:.

Tapi sejak kejadian itu, saya mulai menggali tentang apa yang terjadi di pesawat, tentang turbulensi, tentang bagian-bagian pesawat, dan banyak lagi. Ini usaha saya untuk “menetralisir” ketakutan terbang, walaupun begitu, waktu saya naik pesawat untuk ke 2 kalinya, tetap saja, ketika pesawat mulai bergetar, bayangan tentang kejadian seperti Film-film itu muncul lagi, dan saya masih berharap memakai parasut sepanjang perjalanan.

 

Advertisements

5 thoughts on “Penerbangan Pertama”

Komenin Atuh

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s