Anak Simpang Jalan

Hampir setiap hari, rasanya saya selalu bertemu dengan anak-anak yang hidup di jalan, biasanya mereka ini sedang mencari uang dengan caranya, ada yang nyanyi gak jelas, ada yang merengek hampir menangis, atau dengan cara lain, yang bisa mereka lalukan. Anak jalanan ini sebenernya sama seperti anak yang lain, hanya saja mereka korban PHP UUD 45, yang katanya akan dipelihara negara, Ya dipelihara negara agar menjadi lebih banyak lagi.

Tapi anak-anak tetap saja anak tetap saja mereka bisa tertawa. Seperti suatu sore di persimpangan jalan kota Bandung, saya melihat anak jalanan tiba-tiba menjerit kegirangan, ternyata ada layangan putus, yang kebetulan talinya gak jauh dari mereka, walaupun terjadi sedikit pertengkaran karena rebutan tali layangan, tapi terlihat jelas mereka senang dengan hal itu, kontras dengan wajah-wajah pengendara motor yang terlihat lelah dan tidak sabar menunggu lampu hijau menyala.

Bicara tentang anak jalanan, saya jadi ingat film Daun di Atas Bantal, film yang baru saya tonton setengah, karena di tengah jalan filmnya rusak dan gak bisa dilanjut, itu bercerita tentang kehidupan anak-anak jalanan, bagaimana mereka hidup dalam sebuah kelompok, dan bersama “induk semang” mereka. Kadang saya penasaran, bagaimana kehidupan mereka, bagaimana mereka mandi, dimana mereka tidur, atau dari mereka berasal. Mungkin nanti saya akan rajin menonton dokumenter tentang anak jalanan…. Nah, bukan itu sih intinya, kadang saya merasa harus melakukan sesuatu, tapi apa? Dan bagaimana?

Advertisements

2 thoughts on “Anak Simpang Jalan”

Komenin Atuh

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s