Naik Naik Ke Puncak Gunung

Papandayan

Naik naik ke puncak gunung, tinggi.. tinggi sekali..

Pada tanggal 6 Juni 2015, akhirnya melakukan kegiatan yang nge-Hits-dan-kekinian, yaitu naik gunung.

Ditulis disini semata-semata untuk membagi infomasi untuk yang mau melakukan hal yang sama. Oia sebagai infomasi saya naik gunung papandayan ketinggiannya sekitar 2,6 KM, tidak terlalu tinggi, tapi lumayan untuk nyari keringat #haseeek :mrgreen:

Gunung Papandayan terletak di daerah Garut, lebih tepatnya Cikajang, jadi untuk pergi kesana dari manapun anda berada, silahkan temukan transportasi ke arah Cikajang, jika sulit menukan angkutan umum yang ke arah Cikajang, cari dulu angkutan ke arah Garut, nanti dari Garut bisa cari angkutan menuju Cikajang, dan jangan lupa minta diturunkan di gerbang menuju gunung papandayan. Untuk harga, silahkan tanya ke kenek atau supirnya, kemaren sih saya habis Rp. 50.000 untuk bisa sampai ke cikajang dari Terminal Cicaheum..

Gunung Papandayan adalah gunung berapi yang aktif, dalam perjalan menuju tempat camp, anda akan melewati kawah dengan bau belerang yang sangat tajam, jadi sangat disarankan untuk membawa masker, dan apabila anda termasuk kedalam golongan suka sesak napas, bawalah oksigen portable, oksigen dalam kaleng yang kecil dan ringan, jangan bawa oksigen dengan tabung yang besar dan berat, kecuali jika anda memaksa, dengan catatan resiko ditanggung sendiri.

Gunung Papandayan ini cocok banget sebenernya untuk pemula, karena suasana di sana seperti mall, rame, banyak orang, jadi tidak perlu takut tersesat, lalu hilang, tentu dengan perjalan yang sangat melelahkan, itu saja yang membedakan dengan Mall kebayakan. di perjalanan ke camp atau puncaknya anda akan bertemu dengan pedagang makanan dan minuman, kadang malah pedangan suvenir, jadi jika anda tidak ingin bawa beban yang terlalu berat, silahkan bawa uang yang banyak, atau minimal membawa teman yang dompetnya tebal – tebal dengan uang tentunya – sehingga anda bisa meminjam uang kepada teman anda itu, tentu dengan rasa malu yang sudah dibuang jauh, atau sudah dikurangi takarannya, dengan begitu anda tidak perlu repot membawa tas yang isinya penuh perbekalan yang akan menjadi beban selama perjalanan, jika anda memilih untuk meminjam uang teman, pinjamlah sesuai dengan kebutuhan, jangan berlebihan, karena bisa jadi teman anda akan berubah dari senang meminjamkan uang jadi senang melempar anda ke kawah papandayan,, jadi tahu diri ketika meminjam uang, itu penting. Oia jangan berpikir disana ada resto atau cafe yah, jika anda ingin makan makanan berat seperti nasi, silahkan bawa sendiri dari rumah, atau anda bisa menghilangkan rasa malu anda, lalu meminta makanan kepada pendaki lain,,, dan berharap untuk diberi.

Naik gunung memang berbeda dari kegiatan travelling lainnya, terkadang anda harus menahan ego, anda tidak bisa merengek karena kaki anda sakit, pundak anda pegal, karena semua orang merasakan hal yang sama, yang diperlukan hanyalah berjalan dan berusaha untuk mengatasi itu semua, tapi juga anda tidak bisa egois untuk meninggalkan teman kalian yang kelelahan. Sekali-sekali naik gunung memang diperlukan bukan hanya untuk melepas kepenatan, tapi juga untuk belajar untuk mengenal diri sendiri, sampai mana kemampuanmu untuk berusaha, untuk bertahan, untuk tetap tenang ketika masalah datang, sebagian orang bilang, naik gunung adalah proses belajar, termasuk belajar biologi dan fisika, bahkan mungkin kimia… 😀

Baiklah akhirnya tulisan ini harus ditutup, silahkan untuk mendaki gunung,,  gunung manapun, karena mungkin hidup kamu akan berubah, sebelum balik lagi kesemula. :mrgreen:

 

Advertisements

Komenin Atuh

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s