Menikah? Untuk apa?

Ntah kenapa saya lagi pengen ngebahas soal nikah, mungkin karena… hehmmm karena sudah cukup umur :mrgreen:. Ok sebenernya ini udah ada di otak beberapa lama, cukup lama untuk saya berpikir soal ini

Menikah? Untuk apa? iyah.. untuk apa sebenernya menikah? saya sering membaca tulisan-tulisan tentang tujuan untuk menikah, dari semua alasan yang muncul didalam tulisan-tulisan yang saya baca, alasan menikah sebagai jalan untuk meraih surga itu menurut saya alasan yang terlalu dangkal, heu iyah.. saya pikir itu alasan yang terlalu dangkal dalam memaknai sebuah pernikahan :mrgree:

Saya punya alasan mengapa saya bisa berpikir seperti itu. Dalam kenyakinan saya, saya percaya untuk masuk surga, ada 3 kondisi yang harus dipenuhi, yang pertama mati, yang kedua mengucapkan shalawat, dan yang ketiga tidak pernah menyekutukan tuhan, jika 3 syarat ini terpenuhi, maka dipastikan kita akan akan masuk surga. Lalu apa gunanya kita beribadah kalo gitu? Secara kasar ibadah yang kita lakukan membuat kita lebih cepat masuk surga, iya donk, makin banyak kita beribadah makin kecil kemungkinan kita direndam di neraka, tanpa ibadah kita juga bisa masuk surga, tapi direndam dulu di neraka, ya mungkin sekitar jutaan tahun, waktu yang cukup lama kan yah? Sapa juga yang mau disiksa selama itu :mrgreen:

Menikah itu termasuk ibadah, tapi kalo alasannya hanya untuk masuk surga rasanya terlalu mahal, kenapa? Ketika kita menikah Tuhan menyediakan pahala sama seperti kita membaca setegah Al Quran, cukup besarkah? Jika kita lihat dari apa yang kita keluarkan, baik materi tenaga, dan lain-lain rasanya itu terlalu kecil.

Oke, mari kita berhitung kalau kita menikah, minimal kita keluar duit 10 jutaan malah ada yang lebih, anggap itu biaya kita untuk membeli pahala sebanyak membaca setengah Al Quran. Lalu coba kita bandingkan dengan kita baca setengah Quran, lalu uang yang 10 juta itu kita sumbangi, banyakan mana pahalanya? secara logikan pasti yang kedua donk yah, dapat pahala dengan baca setengah Al-Quran ditambah padahal sedekah sebanyak 10 juta, saya pikir itu pahala yang sangat banyak. Seandainya seorang yang menikah hanya untuk jalan ke surga disuatu saat, datang ke surga dan ternyata surga hanya bisa menampung 1 orang lagi, lalu tiba-tiba datanglah seorang yang membaca Quran dan sebanyak biaya nikah, itu yang orang yang menikah pasti masuk waiting list, karena tempatnya diberikan ke orang yang kedua, kan pahalanya juga lebih besar. :mrgreen:

Lalu apa tujuan menikah?

Saya selalu bertanya seperti ini, apa tujuannya? kenapa orang mau mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk menikah? Setelah saya berpikir, membaca tulisan-tulisan tentang menikah, saya mendapat kesimpulan, menikah itu untuk bahagia, iyah! BAHAGIA, itu alasannya, itu kenapa kita harus menikah dengan orang yang tepat, menikah itu seumur hidup, ga pernah ada orang didunia ini yang mau menyesal setelah menikah, kebayang ga sih, kalau kita menyesal setelah menikah, hidup juga hambar, gada semangat, punya anakpun rasanya bukan solusi, tunggu 20 tahun lagi, ketika anak-anak beranjak dewasa, ketika mereka udah ga betah lagi dirumah, udah punya kegiatan masing-masing, kita akan merasa sendiri, karena orang yang kita nikahi tidak membuat kita bahagia. #kemudianmerasatua 😀

Kebahagian itu harus ada dari pertama kali kita menikahi seseorang, kenapa? karena diluar sana banyak orang yang ternyata lebih baik daripada pasangan kita, setidaknya ketika kita bertemu seseorang yang lebih baik, kita selalu punya alasan untuk kembali ke orang yang jadi pasangan kita, bahwa orang yang kita nikahi pernah membuat kita sangat bahagia, walaupun diluar sana banyak yang lebih baik, tapi belum tentu bisa membuat kita bahagia… iya ga sih? iyain aja sih biar cepet 😀 dan… pasti banyaklah alasan kenapa kita harus menikah karena bahagia, karena emang nulisnya udah malam aja, jadi ga dibeberin #alasan :mrgreen:

Lalu bagaimana agar kita bisa mengetahui kalo orang itu tepat?

errrrr untuk yang ini saya juga gtw, lahh sekarang aja saya masih single :mrgree: #kode mana mungkin saya kasih tips N trik mendapatkan pasangan yang tepat, jadi itu mah yaaaa.. usaha sendiri we lah 😀

 

Advertisements

2 thoughts on “Menikah? Untuk apa?”

  1. Ibadah ya gak bisa dihitung gitu juga, yg kita nilai kecil belum tentu dinilai kecil juga oleh Allah.

    Kalo kita disuruh untuk menghisab diri sendri, berati itung2an pahala dan dosa itu pasti, minimal mirip2lah

    Like

  2. Kenapa juga malem2 jadi ngebaca tulisan tentang ini -_-

    Tapi setuju loh, banyak yg lebih baik belum tentu bisa membahagiakan. Menikah juga adalah sarana supaya ga kesepian, ada temen berbagi dll. Menemukan seseorang yg cocok emang rahasia Ilahi yak..

    :)) iya kenapa juga harus baca yah :))

    Like

Komenin Atuh

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s