Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas

Okeehhh… jadi ini adalah judul dari novel yang  baru saja baca.. bukan novel baru sih, emang sayanya aja yang baru baca 😀

jadi ceritanya ni novel ada dua, tapi dalam 1 buku… ini penting diketahui untuk anda yang belum baca, karena saya baru sadar ketika saya baca novel ke 2 😀 *Hampir saja saya membaca dengan urutan yang salah :p *

Secara garis besar sebetulnya ni 2 novel yang menceritakan hal yang berbeda walaupun katanya dwilogi, dan juga ni novel masih ada sangkut pautnya dengan tetralogi laskar pelangi *ehmm kenapa ga di jadiin 6 aja gtu yah :D*

Novel pertama yaitu Padang Bulan, novel yang pertama ini lebih menceritakan kisah cinta *eeaaaa* antara Ikal dan A Lin, ini menarik karena disini diceritakan bagaimana Ikal mati-matian membela perasaannya kepada A Lin walaupun sangat ditentang oleh ayahnya dan bagaimana sebuah perasaan yang disebut dengan cinta, dapat membuat seseorang mengidap penyakit gila nomor sekian :lol:, disini juga diceritakan asal muasal maryamah kapov, bagaimana hidupnya, perjuangannya, penderitaannya dan lainnya dan lainnya 😀

Novel yang kedua adalah cinta dalam gelas, novel yang ini lebih menarik menurut saya, karena disini menceritakan bagaimana budaya masyarakat melayu di tanjong pandan sana, yang sangat lekat dengan kopi, catur, dan menertawakan nasib,  menurut buku ini, 3 hal itu tidak bisa lepas dari masyarakat melayu sana. ehmm agak sedkit sara emang.. ehh ga juga sih namanya juga bercerita 😀

tapi sayang, ada hal-hal yang dilupakan dari buku sebelumnya oleh penulis, jadi terkesan gak sinkron, antara tetralogi laskar pelangi dan dwilogi padang bulan ini, ehmm 😐

walaupun begitu buku ini emang bagus, walaupun isinya kemelaratan yang mendarah daging,, saya tidak mengada-ngada karena seperti itu, tapi dikemas dengan gaya bahasa yang lucu, sehingga membuat kita tertawa, yah semacam menertawakan kemelaratan, tapi justru itu yang membuat kesan hidup itu ringan, apapun kesialan yang menimpa anda, tinggal datang ke warung kopi, pesan kopi pahit, main catur dan tertawalah 😀

Advertisements

6 thoughts on “Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas”

  1. Ladeva:
    Hehehehe aku dah baca novel itu. Bagus banget dan lucu di beberapa bagian. Kalau difilmin mudah2an gak ilang kejenakaannya

    iya emang bagus.. bukan di beberapa bagian lagi,, hampir di setiap bagian 😀

    Like

  2. hahn:
    kenapa ya saya ga kuat baca buku yang ituh? asa lebay hehehe
    masih bagusan laskar pelangi dan edensor

    ahahha… justru saya mah malah tertarik.. ada gtu masyarakat yang gtu.. haha ntahlah.. bener apa ga? 😀

    Like

  3. Desita:
    aku mah belum baca bukunya, tapi sudah bisa dibayangkan racikan kalimat demi kalimat yang ditulis oleh Andrea Hirata

    hehehe.. gaya bahasanya lucu, dan cerita budaya masyarakat yang sangat menarik… jadi keren bgt

    Like

Komenin Atuh

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s